Robot AI Guru SMA Ternyata Buatan Perusahaan Boneka Seks

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Robot humanoid Realbotix Seri M. (Facebook/RealbotixCorp)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan sebuah distrik sekolah di Amerika Serikat untuk menggunakan robot buatan perusahaan yang terkenal dengan produk boneka seksnya memicu perdebatan panas di kalangan orang tua, pendidik, dan pengamat teknologi.

Distrik Sekolah Pusat Kota Salamanca, New York, dilaporkan telah meneken kontrak senilai US$57.590 (sekitar Rp900 juta) dengan perusahaan robotika Realbotix untuk menempatkan robot bernama Sally sebagai asisten pengajar di kelas tingkat SMA, mulai semester ini.

Keputusan ini menuai sorotan tajam karena Realbotix merupakan kelanjutan dari Abyss Creations, produsen boneka seks terkenal bermerek RealDoll. Perusahaan ini bahkan pernah memperkenalkan robot seks laki-laki pertama pada tahun 2022. Meskipun pihak perusahaan menyatakan Sally dirancang khusus untuk keperluan pendidikan, bentuk fisiknya yang memiliki kulit silikon menyerupai produk buatan mereka sebelumnya memicu keraguan banyak pihak.


Sally akan digunakan dalam mata pelajaran Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika (STEM). Robot ini diklaim mampu menyusun materi ajar, menerjemahkan lebih dari 100 bahasa secara langsung, hingga memberikan petunjuk kepada guru jika lupa alur penyampaian pelajaran. Pihak sekolah juga memastikan Sally tidak terhubung langsung ke internet dan diprogram untuk menjawab "saya tidak tahu" jika tidak memiliki informasi yang akurat, guna menghindari kesalahan fakta.

Pilihan Redaksi
  • Dunia Bersiap Hadapi Petaka Besar, Tetangga RI Sudah Siaga Penuh
  • Manusia Rp2.900 Triliun Mau Investasi AI Data Center di Negeri Ginseng
  • Orang Terkaya Dunia Elon Musk Bilang Uang Tak Ada Gunanya Mulai 2036

Kepala distrik sekolah Mark Beehler membenarkan langkah tersebut dengan alasan bahwa melarang penggunaan teknologi bukanlah solusi terbaik.

"Siswa pasti akan menemukan cara untuk melanggar aturan yang dibuat sekolah. Saya percaya tugas sekolah adalah mengajarkan cara menggunakan teknologi dengan benar, bukan sekadar melarangnya," ujarnya.

Namun, banyak pihak yang tidak sependapat. Serikat guru mengecam keputusan tersebut, menyatakan bahwa pendidikan membutuhkan interaksi manusia yang nyata, bukan mesin.

"Masa depan pendidikan bukanlah kecerdasan buatan, melainkan kecerdasan manusia yang tulus yaitu hubungan antarmanusia, bimbingan, dan kesempatan agar setiap anak dikenal dan diinspirasi oleh guru yang hebat," kata Presiden Serikat Guru New York, Melinda Person.

Para orang tua juga mempertanyakan prioritas anggaran sekolah. Wilayah tersebut diketahui memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi dan sebagian besar siswa berasal dari kalangan kurang mampu.

"Kami sudah memiliki banyak masalah di sini. Saya tidak mengerti mengapa harus menambah biaya untuk alat semacam ini," ungkap salah satu orang tua murid.

Pihak sekolah menegaskan bahwa Sally tidak akan pernah menggantikan peran guru, melainkan hanya sebagai alat bantu pembelajaran. Namun, perdebatan ini menyoroti dilema yang dihadapi dunia pendidikan saat ini: bagaimana mengadopsi kemajuan teknologi tanpa kehilangan esensi kemanusiaan dalam proses belajar-mengajar.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Cara Mengajarkan Anak Toilet Training dengan Mudah
• 13 menit lalu
0
thumb
KPK Sebut Febrie Adriansyah Tetap Pakai Atribut Rompi Tahanan, Tak Ada Perlakuan Istimewa
• 20 jam lalu
0
thumb
Sangat Sulit bagi Kaesang Saingi Popularitas Puan Maharani di Dapil Jateng V
• 1 jam lalu
0
thumb
Ikhwan Tanamal Curi Hati Bobotoh Saat Debut Persib di Piala Presiden 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan di Spanyol Berkobar Hebat, Lebih dari 300.000 Orang Dievakuasi
• 48 menit lalu
0
Berhasil disimpan.