Gelar ini menjadi yang kelima sepanjang kariernya sekaligus menyamai rekor milik legenda balap sepeda dunia Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain.
Pembalap dari tim UAE Team Emirates-XRG berusia 27 tahun itu memastikan gelar juara setelah melintasi garis finis di Champs-Elysees, Paris, bersama rombongan peloton. Kesuksesan ini juga menjadi gelar Tour de France ketiga yang diraih Pogacar secara beruntun.
Selama edisi 2026, Pogacar tampil dominan dengan membukukan lima kemenangan etape, termasuk mencatatkan rekor pendakian di Alpe d'Huez pada etape ke-19.
"Kemenangan ini sungguh spesial. Terima kasih kepada semua penggemar dan tim saya,” kata Pogacar.
Baca Juga :
Dua Pembalap Indonesia Juara GFNY Belitung 2026, Siap Wakili Asia di Kejuaraan DuniaSementara itu, etape penutup di Paris dimenangi pembalap Belanda Mathieu van der Poel (Alpecin-Premier Tech). Etape ke-21 yang semula menempuh jarak 133 kilometer dipersingkat menjadi 89 kilometer karena layanan darurat dialihkan untuk menangani kebakaran hutan di wilayah barat daya Prancis.
Van der Poel keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan rekan setimnya asal Belgia, Jasper Philipsen, dalam sprint menuju garis finis di jalan berbatu Champs-Elysees.
Pada klasemen akhir, Remco Evenepoel dari Belgia finis di posisi kedua dengan selisih 6 menit 26 detik dari Pogacar. Rekan setim Pogacar asal Meksiko, Isaac del Toro, melengkapi podium di posisi ketiga.
Untuk kategori jersey, Richard Carapaz dari Ekuador meraih polka dot jersey sebagai Raja Tanjakan. Green jersey menjadi milik Mads Pedersen dari Denmark, sedangkan Isaac del Toro membawa pulang white jersey sebagai pebalap muda terbaik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)






Komentar (0)