HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ambisi Timnas Indonesia mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun untuk meraih gelar Piala AFF 2026 masih dihadapkan pada satu persoalan penting. Hingga menjelang bergulirnya turnamen, kepastian bergabungnya Justin Hubner ke skuad Garuda masih menjadi tanda tanya.
Bek berusia 22 tahun itu sebenarnya masuk dalam daftar 26 pemain pilihan pelatih John Herdman untuk mengarungi ASEAN Hyundai Cup 2026. Namun, hingga kini Justin belum mendapat lampu hijau dari klubnya di Belanda, Fortuna Sittard.
Situasi tersebut membuat PSSI terus melakukan komunikasi intensif demi membuka peluang agar salah satu bek terbaik Indonesia itu dapat memperkuat Garuda di turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
Kehadiran Justin Hubner dinilai sangat penting.
Bukan hanya karena kualitas individunya sebagai pemain yang berkompetisi di Eropa, tetapi juga karena perannya sebagai pemimpin lini belakang yang selama ini menjadi salah satu fondasi permainan Timnas Indonesia.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, duet Justin Hubner bersama Jordi Amat maupun Rizky Ridho mampu memberikan stabilitas di sektor pertahanan. Karakter bermainnya yang agresif, kuat dalam duel satu lawan satu, serta tenang saat membangun serangan dari belakang menjadi nilai lebih yang sulit digantikan.
Karena itu, absennya Justin berpotensi memengaruhi keseimbangan permainan Garuda, terutama ketika menghadapi lawan-lawan kuat di fase gugur nanti.
Meski demikian, persoalan yang dihadapi PSSI bukan berkaitan dengan cedera maupun kondisi kebugaran sang pemain.
Kendala utama adalah status Piala AFF yang tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.
Artinya, setiap klub memiliki hak penuh untuk menolak melepas pemainnya apabila jadwal turnamen berbenturan dengan agenda klub.
Hal itulah yang kini terjadi pada Fortuna Sittard.
Klub Eredivisie tersebut tengah menjalani rangkaian pramusim sebagai persiapan menghadapi kompetisi Liga Belanda musim 2026/2027. Dengan agenda yang berlangsung hingga awal Agustus, Fortuna Sittard belum memberikan izin kepada Justin Hubner untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Situasi itu juga menjadi sorotan di media sosial.
Akun sepak bola @FantasyTactical menuliskan bahwa PSSI tetap memasukkan nama Justin Hubner ke dalam daftar pemain meski belum memperoleh persetujuan dari klubnya.
“PSSI memasukkan Hubner ke skuad 26 pemain Piala AFF 2026, padahal Fortuna Sittard belum kasih izin karena jadwalnya bentrok dengan pra musim klub Eropa,” tulis akun tersebut.
Akun itu juga menyebut bahwa PSSI masih berupaya melakukan negosiasi agar Justin dapat dilepas membela Indonesia.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, PSSI memastikan komunikasi dengan pihak pemain maupun klub masih terus berlangsung.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengatakan federasi belum menyerah untuk memperjuangkan kehadiran Justin Hubner.
Menurutnya, seluruh jalur komunikasi masih dibuka demi mendapatkan keputusan terbaik bagi semua pihak.
“Jadi Justin, sampai dengan tadi kami komunikasikan, intinya bahwa kami berharap Justin bisa bergabung,” kata Sumardji kepada awak media.
Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI itu mengakui bahwa proses negosiasi tidak mudah karena turnamen berlangsung di luar agenda resmi FIFA.
“Tetapi, kami sampai dengan saat ini masih menunggu update perkembangan dari klubnya karena kan tentu berkaitan dengan agenda di luar kalender FIFA, ini akan sulit kalau timnya tidak melepas,” ujarnya.
Meski demikian, Sumardji tetap optimistis akan ada kabar baik dalam waktu dekat.
“Kita tunggu saja perkembangan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada perkembangan yang menggembirakan sehingga Justin bisa gabung bersama dengan kita,” tambahnya.
Sementara itu, di tengah ketidakpastian tersebut, Timnas Indonesia tetap fokus menatap laga perdana Grup A Piala AFF 2026 menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/7).
Pelatih John Herdman menegaskan bahwa timnya tidak ingin terpengaruh oleh berbagai situasi di luar lapangan.
Menurut pelatih asal Inggris itu, fokus utama Indonesia saat ini adalah membangun identitas permainan serta menjaga chemistry antarpemain yang telah dibentuk selama pemusatan latihan di Bali.
Herdman juga mengingatkan bahwa Kamboja bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Dalam beberapa tahun terakhir, Angkor Warriors menunjukkan perkembangan signifikan dengan organisasi permainan yang semakin rapi dan disiplin.
“Kami melihat Kamboja bermain. Mereka adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit,” ujar Herdman dalam konferensi pers pralaga.
Karena itu, mantan pelatih Timnas Kanada tersebut meminta anak asuhnya tetap fokus pada kekuatan sendiri.
Baginya, keberhasilan Indonesia bukan hanya ditentukan oleh kualitas individu pemain, tetapi juga oleh kemampuan seluruh tim menjalankan identitas permainan yang telah dibangun bersama.
“Fokus kami adalah identitas taktik kami, koneksi kami, chemistry kami, semangat kami. Jika kami menampilkan permainan terbaik, saya yakin kami akan baik-baik saja,” katanya.
Meski Timnas Indonesia memiliki sejumlah bek berkualitas seperti Jordi Amat, Rizky Ridho, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama, kehadiran Justin Hubner tetap dianggap sebagai kepingan penting dalam puzzle yang sedang disusun John Herdman.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa, keberanian dalam duel, serta kemampuan membaca permainan membuat bek berdarah Belanda itu menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu membawa Indonesia melangkah lebih jauh.
Kini, harapan tersebut masih bergantung pada keputusan Fortuna Sittard.
Jika PSSI berhasil mendapatkan izin, Justin Hubner bukan hanya akan menambah kekuatan lini belakang Garuda, tetapi juga memperbesar peluang Indonesia mewujudkan mimpi yang telah tertunda selama tiga dekade: mengangkat trofi Piala AFF untuk pertama kalinya dalam sejarah.






Komentar (0)