Dion Wiyoko Ingatkan Bahaya FOMO Ikut HYROX, Jangan Abaikan Kondisi Tubuh

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Dion Wiyoko menyoroti bahaya FOMO dalam tren olahraga Hyrox. Latihan yang cukup dan kesadaran membaca kondisi tubuh ketika race adalah dua hal yang paling penting baginya.

Ajang fitness race Hyrox kini tengah digandrungi oleh para pecinta gaya hidup sehat. Aktor yang juga aktif berolahraga, Dion Wiyoko membagikan ceritanya saat mengikuti Hyrox Yokohama, di Jepang tahun lalu.

Dion finish dengan catatan waktu 1 jam 22 menit. Tapi pengalaman pertamanya itu ternyata tak membuat Dion ingin segera kembali ke kompetisi.

Mixed feeling sih buat aku. HYROX itu bikin kapok enggak, bikin kangen juga enggak,” kata Dion Wiyoko saat ditemui usai peluncuran varian baru xiaomi smart band 10 pro ceramic edition di Field of Paradise, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Tapi memang FOMO orang Indonesia luar biasa. HYROX mulai tren sekitar dua tahun terakhir, tapi tahun ini benar-benar meledak karena baru diadakan di Jakarta,” imbuhnya.

Hyrox mulai tenar di negara-negara Asia empat tahun belakangan. Kehadirannya di Indonesia baru-baru ini pun menuai antusias yang tinggi dari beragam kalangan, tak hanya atlet ataupun selebriti.

Dion mengingatkan agar peserta tidak menyepelekan persiapan sebelum mengikuti HYROX. Pemeran film Sore: Istri dari Masa Depan itu mengingatkan kemungkinan cedera untuk peserta yang memaksakan diri tanpa mengutamakan kondisi tubuh.

“Kadang orang terlalu menyepelekan dan nggak bisa membaca kondisi badannya sendiri. Makanya ada yang sampai cedera cukup parah karena kurang aware kalau HYROX itu memang sangat intens.”

 

Salah satu cara yang dilakukan Dion untuk memantau kondisi tubuh adalah dengan mengawasi detak jantung (heart rate) saat berolahraga. Pria usia 42 tahun ini memilih untuk menurunkan intensitas geraknya saat smartwatch yang dikenakannya memberi peringatan.

“Karena aku juga concern sama kesehatan, indikator utama yang aku jaga adalah heart rate. Kebutuhanku juga besar untuk keluarga. Main tenis sendiri kan cukup menguras fisik, naik-turun heart rate-nya signifikan.”

“Makanya aku selalu memakai Watch 5 ataupun S5 setiap hari, termasuk saat olahraga. Selalu aku aktifkan mode olahraganya."

“Kalau heart rate sudah mulai masuk zona merah, jamnya langsung bergetar sebagai alert supaya aku mulai menurunkan intensitas, mengatur napas lagi, jadi lebih terjaga,” papar Dion Wiyoko.

Sebagai sport enthusiast, Dion Wiyoko mengakui beratnya tantangan dalam Hyrox, mulai dari sesi latihan hingga saat race. Sejauh ini, Dion belum terpikirkan untuk kembali ikut kompetisi tapi bukan berarti kapok.

“HYROX menggabungkan cross-training dengan lari. Jadi kebutuhan endurance dan strength-nya tinggi banget. Yang aku rasakan waktu itu memang berat banget.”

“Sensasinya ya itu tadi, nggak bikin kangen tapi juga nggak bikin kapok.” (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menko AHY Kawal Renovasi Sekolah Rusak di Indonesia: Pastikan Fasilitas Semakin Layak!
• 19 jam lalu
0
thumb
Destry Damayanti jadi pejabat sementara Gubernur BI
• 9 jam lalu
0
thumb
Jaminan Kesehatan Nasional, Pemerintah Upayakan Perlindungan Finansial bagi Warga
• 4 jam lalu
0
thumb
Billy Tjong Comeback dengan Koleksi FUCHSIA: A Journey of Growth
• 6 jam lalu
0
thumb
Menteri PANRB Tegaskan Transformasi Birokrasi Harus Ditopang Karakter dan Keteladanan ASN
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.