Grid.ID - Kasus satpam tewas terborgol di kawasan Waduk Jatiluhur menggegerkan publik. Dedi Mulyadi singgung minimnya CCTV yang ada di lokasi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti sistem pengamanan yang ada di kawasan Waduk Jatiluhur. Hal ini usai sebelumnya petugas keamanan bernama Sumarna (42) ditemukan tewas dengan kedua tangan terborgol.
Pria yang akrab disapa KDM itu mempertanyakan tidak tersedianya kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik penting. Menurutnya, objek vital nasional yang memiliki fungsi strategis itu harus dilengkapi sistem pengawasan terpadu 24 jam.
"Bayangkan perusahaan besar yang menjaga objek vital negara, masa di tanggulnya tidak ada CCTV? Harusnya PJT punya command center yang dipantau 24 jam. Semua titik harus dipantau sehingga setiap pergerakan orang bisa terdeteksi," kata Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Dedi pun mendatangi Mapolres Purwakarta untuk menemui tim Satreskrim yang menyelidiki kematian Sumarna. Sebelumnya, ia sudah mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.
"Pagi ini saya bertemu dengan keluarga korban. Korban diduga pembunuhan. Hari ini saya bertemu Pak Kasat Reskrim untuk menanyakan perkembangan. Kita meminta agar kasus ini segera terungkap karena ini menyangkut rasa aman masyarakat di Jawa Barat," ujar Dedi.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam petugas keamanan dan kedua tangannya berada dalam kondisi terborgol.
Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung kepolisian dalam menangani kasus kriminalitas yang berdampak terhadap rasa aman masyarakat. Ia lalu meminta penyidik bekerja maksimal untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang dialami korban.
"Supporting-nya sederhana, kasus ini harus segera terungkap. Kalau sudah terungkap, saya mau rehab ruangan Serse-nya," tegas Dedi.
Satpam Ditemukan Tewas Terborgol
Dilansir dari Tribunnews, Sumarna ditemukan tewas mengambang di perairan Waduk Jatiluhur. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas jaga di kawasan objek vital Perum Jasa Tirta II.
Setelah dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk pemeriksaan awal sebelum menjalani autopsi di rumah sakit di Bandung. Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban untuk kepentingan penyelidikan.
Pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap telepon genggam, kendaraan roda dua, pakaian, sepatu, dan alat komunikasi yang digunakan korban untuk bekerja. Sebanyak belasan orang dari unsur warga dan rekan kerja korban telah dimintai keterangan.
Kasus satpam tewas terborgol di kawasan Waduk Jatiluhur tersebut lantas mendapat perhatian dari Dedi Mulyadi. Sang gubernur menyinggung minimnya CCTV yang ada di lokasi. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)