Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Resmi Mengundurkan Diri

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengunduran diri tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers bersama jajaran Anggota Dewan Gubernur BI di Kantor Bank Indonesia, Senin (27/7).

Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Senin (27/7), Perry memulai kariernya di Bank Indonesia pada 1984, dua tahun setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Iowa State University, Amerika Serikat hingga meraih gelar Master pada 1989 dan gelar doktor (Ph.D.) pada 1991.

Selama lebih dari tiga dekade, ia menempati berbagai posisi strategis, terutama di bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, isu internasional, transformasi organisasi, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, hingga Biro Gubernur.

Sebelum menjadi Gubernur BI, Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada periode 2013–2018. Sebelumnya, pada 2009–2013, ia dipercaya sebagai Asisten Gubernur yang membidangi kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Sebelum kembali ke Bank Indonesia pada 2009, Perry sempat berkiprah di tingkat internasional sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF).

Dalam posisi tersebut, ia mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada periode 2007–2009.

Perry kemudian dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2018–2023 setelah mengucapkan sumpah jabatan pada 24 Mei 2018. Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 70/P Tahun 2018 tertanggal 16 April 2018.

Perry kembali dipercaya memimpin bank sentral untuk periode kedua, yakni 2023–2028. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023 tertanggal 5 Mei 2023, dan ia kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 24 Mei 2023.

Sepanjang kariernya, Perry menerima berbagai penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemimpin Terpopuler Di Media Pemberitaan Online 2023 dari Indonesia Government Awards 2023, Anugerah Hamengku Buwono IX dari Universitas Gajah Mada tahun 2022, Pemimpin Terpopuler Di Media Arus Utama 2022 dari Serikat Perusahan Pers, Kategori Pemimpin Terpopuler di Media On-line 2021 dari IDEAS 2022, Governor of the Year se-Asia Pasifik dari media Global Markets tahun 2019, dan Tokoh Syariah ASR 2019 dari Anugerah Syariah Republika tahun 2019.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia juga meraih berbagai penghargaan internasional, The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) tahun 2022 dan 2018, Best Asset Owner in Southeast Asia dalam Institutional Excellence Award dari Asian Investor tahun 2022, Contact Center World 2021, dan Contact Center World 2022 dengan penghargaan tertinggi Certified World Class, Global Top Ranking Performers dari Central Banking Publications tahun 2021, The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Bankers tahun 2020, dan Gold Winner-Stevie Asia Pacific Award for Innovation in Technology Development, kategori Government, dari Asia Pacific Stevie Awards tahun 2020, The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific Award dari The Asian Banker tahun 2021.

Selain dikenal sebagai bankir sentral, Perry juga aktif menulis buku, jurnal, dan makalah ilmiah di bidang ekonomi, moneter, dan kebanksentralan. Beberapa karya yang diterbitkannya antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), dan Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari Paradigma Kemenangan Menuju Paradigma Koeksistensi
• 17 jam lalu
0
thumb
Polisi Geledah Klinik di Jaksel Tempat Sutrimo Tewas, Bantal hingga Motor Dibawa
• 19 jam lalu
0
thumb
OJK Ingatkan Modus Penipuan Kian Marak, Bisa Lewat Nonton Iklan-Dracin
• 18 jam lalu
0
thumb
Pernyataan Keluarga soal Kematian Jubir Otorita IKN di Rusun ASN
• 18 jam lalu
0
thumb
Motif Emosi Sesaat, 5 Pengeroyok Maling Ayam di Bali Terancam 12 Tahun Bui
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.