IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.162, Berbeda dengan Mayoritas Bursa Asia yang Menguat

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, di tengah penguatan mayoritas bursa saham Asia.

Pada awal perdagangan, IHSG turun 0,55 persen ke level 6.162. Sementara itu, indeks LQ45 melemah 0,40 persen ke level 612 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,11 persen ke posisi 371.

Baca juga:    IHSG Tertekan Sentimen Global dan Domestik

Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menekan pergerakan IHSG antara lain MEDC, BREN, MAPI, AMRT, ISAT, AKRA, BBNI, dan ASII. Di sisi lain, saham BBTN, ANTM, AMMN, NCKL, CTRA, serta BRPT bergerak menguat.

Mayoritas bursa saham Asia memulai perdagangan di zona hijau setelah investor merespons positif prospek ekonomi kawasan. Indeks Shanghai Composite memimpin penguatan dengan naik 0,66 persen atau 25,11 poin ke level 3.839,30.

Penguatan juga terjadi pada Hang Seng Hong Kong yang naik 0,38 persen menjadi 25.059,00. Selanjutnya, indeks KLCI Malaysia menguat 0,26 persen ke 1.705,49, PSEi Filipina naik 0,24 persen ke 6.296,14, VN Index Vietnam bertambah 0,23 persen ke 1.690,02, Nikkei 225 Jepang naik 0,20 persen ke 64.742,00, dan SET Thailand menguat 0,20 persen ke 1.644,39. Straits Times Singapura juga bergerak di zona hijau.

Berbeda dengan mayoritas bursa Asia, KOSPI Korea Selatan menjadi satu-satunya indeks yang dibuka melemah dengan koreksi 1,25 persen ke level 6.607,08.

Sentimen pasar masih dipengaruhi pergerakan global pada akhir pekan lalu. Di Wall Street, indeks Dow Jones ditutup naik 0,46 persen dan S&P 500 menguat tipis 0,05 persen. Sebaliknya, Nasdaq turun 0,64 persen akibat aksi jual pada saham-saham teknologi.

Pada perdagangan sebelumnya, tekanan jual juga melanda pasar Asia. KOSPI mencatat pelemahan terdalam sebesar 6,59 persen, disusul Nikkei Jepang yang turun 2,73 persen. Shanghai Composite melemah 1,61 persen dan Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,98 persen.

IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu turun 1,88 persen ke level 6.196,43. Hampir seluruh indeks sektoral berada di zona merah, dipimpin sektor consumer cyclical yang turun 3,04 persen, basic materials 3,02 persen, energi 2,82 persen, transportasi 2,70 persen, dan perbankan 2,40 persen.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah terkoreksi tajam. Minyak WTI turun 3,13 persen menjadi US$89,31 per barel, sedangkan Brent melemah 3,88 persen ke US$96,78 per barel seiring munculnya harapan baru terhadap proses perundingan damai di Timur Tengah.

Di sisi lain, harga emas naik 0,51 persen, mencerminkan investor yang masih mempertahankan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Honda Scoopy Raib dalam 2 Menit, Aksi Terekam CCTV
• 23 jam lalu
0
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 22 jam lalu
0
thumb
Mensesneg: Pengunduran diri Gubernur BI karena alasan pribadi
• 3 jam lalu
0
thumb
Prabowo Bentuk 7 Kejaksaan Negeri Baru, Ini Daftarnya
• 14 jam lalu
0
thumb
Membangun Negara atau Membangun Kampus?
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.