Harga minyak acuan dunia anjlok usai Amerika Serikat menghentikan sementara serangannya terhadap Iran. Kondisi ini meredakan ketegangan di Timur Tengah, meskipun kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi.
Harga minyak Brent turun 4,9% menjadi US$ 92,02 per barel pada pukul 07.53 WIB waktu Singapura. Brent sempat merosot lebih dari 7% pada beberapa menit awal perdagangan hingga turun di bawah US$90 per barel, sebelum kembali diperdagangkan di kisaran US$92 per barel.
Sementara itu, harga minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 5,1% menjadi US$84,73 per barel. Tak hanya minyak harga gas alam di Eropa juga turun.
Harga minyak Brent masih melonjak lebih dari 25% sepanjang bulan ini, seiring konflik AS-Iran meluas dari Selat Hormuz ke Laut Merah, dengan Houthi mengancam akan memblokade pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi. Konflik yang kini mendekati akhir bulan kelima itu memicu kekhawatiran akan guncangan inflasi global karena persediaan energi terus menipis dan harga produk energi melonjak.
Di saat yang bersamaan, setelah melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran selama 13 hari, AS menghentikan operasinya sejak Jumat malam. Langkah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai langkah berikutnya dari Presiden Donald Trump. Militer Iran menyatakan Teheran juga telah menghentikan aksi balasannya.
Meski demikian, kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman mengklaim telah menyerang fasilitas yang terkait dengan Saudi Aramco di kota pelabuhan Laut Merah, Jizan dan Yanbu. Namun, baik pemerintah Arab Saudi maupun perusahaan minyak milik negara itu belum mengonfirmasi klaim tersebut.
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Mike Waltz sebelumnya mengatakan bahwa Trump sedang memberikan ruang bagi proses perundingan.
"Penghentian sementara serangan dan laporan mengenai kemajuan perundingan telah meningkatkan harapan munculnya jalur deeskalasi, yang dapat mendorong pulihnya arus pelayaran melalui Selat Hormuz dan Laut Merah," kata analis energi senior di MST Marquee, Saul Kavonic dikutip dari Bloomberg, Senin (27/7).
Gangguan terhadap arus pasokan energi juga masih terjadi di wilayah lain. Pelabuhan minyak terbesar Rusia di Laut Hitam menghentikan aktivitas pemuatan selama beberapa hari akibat meningkatnya serangan drone Ukraina. Terminal Sheskharis di Novorossiysk belum melakukan pemuatan sejak 21 Juli
Kenaikan harga energi beserta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, belanja konsumen, dan inflasi diperkirakan menjadi salah satu topik utama pembahasan para bankir sentral pekan ini. Di Amerika Serikat, para pejabat Federal Reserve dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pada 28–29 Juli untuk mengevaluasi arah kebijakan moneter.





Komentar (0)