Agus (40), sopir truk muatan gulungan kertas yang menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Nasional Surabaya-Malang, tepatnya di Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7), dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Total korban tewas dalam peristiwa ini menjadi empat orang.
Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar Rizqullah Sumirat, mengatakan kecelakaan terjadi pada 05.52 WIB.
Awalnya, truk bermuatan gulungan kertas dengan nopol DK 8019 DG melaju dari arah selatan ke utara atau dari Malang ke Surabaya.
Diduga sopir truk kehilangan kendali yang kemudian menabrak sejumlah kendaraan yang truk Mitsubishi nopol N 8591 BG di depannya.
Truk Mitsubishi itu lalu masuk ke jalur yang berlawanan atau jalur utara ke selatan dan menabrak motor Honda Vario nopol W 2461 NEL dan motor Honda Supra X nopol N 4197 TCC.
Setelah itu, truk Mitsubishi menabrak truk tangki nopol L 9360 G yang juga dari jalur utara ke selatan.
Selanjutnya, truk muat gulungan kertas juga menabrak truk nopol S 9137 UZ yang di depannya lagi hingga terpental mengarah ke kanan dan menabrak motor Honda Vario nopol N 5243 VAD. Truk muat gulungan kertas itu lalu menabrak sejumlah rumah warga yang berada di tepi jalan sebelah timur.
"Sopir diduga tidak bisa mengontrol laju (kendaraan) sehingga terjadi kecelakaan," kata Jauhar saat dikonfirmasi, Senin (27/7).
Dalam kecelakaan maut tersebut, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kemudian, sopir truk muat gulungan kertas yang sempat terjepit kemudian dievakuasi petugas dan dilarikan ke RS Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, akhirnya meninggal dunia.
"Informasi terakhir sopir truk meninggal dunia," ungkap Jauhar.
Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut. Petugas masih mengevakuasi kendaraan, mengamankan lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti.
"Kami mengedepankan proses evakuasi, kemudian mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, selanjutnya pemeriksaan akan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation setelah seluruh lokasi dinyatakan kondusif," katanya.






Komentar (0)