Harga Minyak Anjlok 5%, Brent Dijual USD91,44/Barel

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga minyak dunia anjlok lebih dari lima persen pada Senin, 27 Juli 2026, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menghentikan aksi militer selama akhir pekan. Meredanya ketegangan geopolitik mendorong investor mengurangi premi risiko yang sebelumnya mengangkat harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Dikutip dari Investing, harga minyak Brent berjangka turun 5,5 persen menjadi USD91,44 per barel, setelah sempat merosot di bawah USD90 pada awal perdagangan. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka melemah 3,1 persen menjadi USD89,31 per barel.

Harga Brent sebelumnya sempat menyentuh USD100 per barel pada pekan lalu setelah konflik meluas dari kawasan Selat Hormuz hingga Laut Merah, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah. Harga minyak dunia berbalik turun Namun, harga berbalik turun setelah Washington menghentikan operasi militernya usai 13 malam berturut-turut melakukan serangan. Pemerintah AS menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi upaya diplomatik setelah eskalasi konflik dalam beberapa pekan terakhir.

Langkah itu direspons Iran. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters, Teheran akan menangguhkan serangan balasan selama jeda operasi militer AS masih berlaku. Meski demikian, kedua pihak tetap memperingatkan kemungkinan kembali melakukan aksi militer apabila upaya diplomasi tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :

Volatilitas Harga Minyak Tinggi, Bank Sentral Hadapi Dilema Terkait Suku Bunga


(Ilustrasi. Foto: Dok ICDX)

Sentimen positif juga datang dari laporan pada Jumat yang menyebut Tiongkok berupaya menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Washington dan Teheran. Upaya tersebut meningkatkan optimisme pasar bahwa konflik dapat kembali diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Analis Pasar Senior IG Tony Sycamore mengatakan prospek diplomasi yang membaik, termasuk peluang diberlakukannya kembali nota kesepahaman terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz, mendorong investor mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya tercermin dalam harga minyak. Gangguan pasokan masih menjadi perhatian Meski ketegangan mereda, pelaku pasar masih mencermati risiko gangguan pasokan minyak. Selama akhir pekan, jumlah kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan menurun. Lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb juga melambat setelah serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Analis ANZ menilai pasar sejauh ini masih mampu menyerap gangguan pasokan berkat kombinasi penurunan impor minyak mentah Tiongkok, pelepasan cadangan strategis, serta penggunaan jalur ekspor alternatif yang memungkinkan minyak mentah Arab Saudi dikirim tanpa melewati Selat Hormuz.

Namun, ANZ memperingatkan ruang penyangga tersebut semakin terbatas karena cadangan strategis mulai menurun, persediaan komersial makin ketat, dan risiko gangguan pelayaran di Laut Merah maupun Selat Bab el-Mandeb masih tinggi. Kondisi tersebut membuat harga minyak berpotensi kembali menguat apabila gangguan pasokan di kawasan tersebut meningkat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penyebab bayi rewel malam hari dan cara mengatasinya dengan tepat
• 6 jam lalu
0
thumb
Cak Imin Ajak Seluruh Partai Politik Dukung Prabowonomics Lewat Revisi 108 Undang-Undang
• 11 jam lalu
0
thumb
Dudung soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita
• 8 jam lalu
0
thumb
Setelah Yusril, LBH Bandung Ikut Semprot Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal
• 21 jam lalu
0
thumb
Bareskrim: Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bersama 6 Anggotanya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.