Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, nelayan, serta penyedia jasa transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 27-30 Juli 2026. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, I Made Wahyu Gana Putra, mengatakan bahwa pola angin di wilayah Sultra umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 2 hingga 20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau mencapai 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort di Perairan Wakatobi bagian barat, Perairan Wakatobi bagian timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi," kata I Made Wahyu Gana Putra, saat dihubungi di Kendari, Senin, 27 Juli 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Cuaca Buruk, ASDP Kupang Batalkan Seluruh Pelayaran"Selain itu, potensi serupa juga berpeluang terjadi di Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Buton, Perairan Wakatobi Bagian Barat, Perairan Wakatobi Bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi," jelas dia.
Arsip. Sejumlah kapal Ferry berlabuh di pelabuhan ASDP di Bolok, Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha
Wahyu menerangkan, seiring dengan kondisi tersebut, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi keselamatan pelayaran untuk mengantisipasi potensi risiko kecelakaan di laut.
"Masyarakat yang beraktivitas menggunakan perahu nelayan diimbau waspada apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Sementara bagi operator kapal tongkang diharapkan berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," sebut Wahyu.
Dia menambahkan bahwa pihaknya juga terus mengingatkan pelaku aktivitas maritim untuk senantiasa memperhatikan pembaruan informasi cuaca dan tinggi gelombang secara berkala melalui saluran resmi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari.





Komentar (0)