JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua RT 11, RW 11, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ima, mengaku tidak mengetahui ada pria yang ditemukan tewas di sebuah klinik di wilayahnya pada Kamis (23/7/2026).
DIketahui, pria bernama Sutrimo tewas di halaman klinik tersebut.
Saat itu, informasi yang diterimanya hanya menyebut ada seseorang yang pingsan dan telah dibawa ke rumah sakit.
Baca juga: Penampakan Klinik Tempat Tewasnya Sutrimo di Jaksel, Kini Dipasang Garis Polisi
Kabar tersebut ia dengar dari seorang pengemudi ojek ketika hendak berangkat beraktivitas pada Kamis pagi.
"Pas saya mau berangkat itu, tukang ojek bilang ada orang pingsan. Ada orang pingsan di pinggir jalan, sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Ima saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (26/7/2026).
Namun, karena ia tidak mendapat laporan apa pun dari warga, ia menganggap peristiwa itu bukan kejadian yang perlu ditindaklanjuti.
Bahkan, ia mengira korban merupakan orang yang melintas di kawasan tersebut dan telah mendapat pertolongan.
"Saya pikir orang lewat yang pingsan. Orang lewat, dibawa ke rumah sakit, ya sudah. Saya pikir sudah sembuh orangnya," kata dia.
Ima mengaku baru mengetahui bahwa pria tersebut meninggal dunia setelah kasus itu ramai diberitakan.
Ia juga mengaku tidak melihat langsung kejadian karena ketika melintas di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi di sekitar klinik sudah kembali normal.
"Saya sendiri enggak melihat kejadiannya, cuma dengar cerita. Pas jam 10-an di sini sudah enggak ada apa-apa," jelas Ima.
Baca juga: Seorang Pria Tewas di Halaman Klinik Jaksel, Polisi Selidiki Penyebabnya
Selain itu, Ima juga mengira bangunan klinik tersebut sudah lama tidak beroperasi.
Pasalnya, selama ini, ia jarang melihat adanya aktivitas di lokasi, apalagi posisi rumahnya berada di bagian belakang kawasan tersebut.
"Saya pikir ini rumah kosong. Sejauh ini dulu ada yang jaga, tapi akhir-akhir ini saya kurang paham, enggak tahu saya," ucap dia.
Komentar (0)