Eks Jampidsus Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi, Hasto PDI-P: Dulu Saya Taat, meski Itu Kriminalisasi...

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto menyoroti eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang ditahan tanpa mengenakan rompi dan borgol.

Hasto, yang juga pernah ditahan di masa lalu, mengatakan dirinya tetap taat hukum, meski sadar kasus yang menjeratnya merupakan kriminalisasi.

"Yang berkaitan dengan mantan Jampidsus, Bapak Febrie, di mana tadi kami katakan di dalam sambutan, bagaimana warga negara yang oleh konstitusi memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, ternyata tidak sama di hadapan penegak hukum," ujar Hasto di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Baca juga: Febrie Tak Diborgol Saat Ditahan, Anggota DPR Minta Jangan Ada yang Diistimewakan dalam Hukum

"Sehingga saya pun pernah mengalami ketika mengenakan rompi oranye, diborgol, saya taat, meskipun saya tahu itu bagian dari suatu kriminalisasi akibat sikap keras di dalam menyikapi Pemilu tahun 2024 yang lalu. Itu saya terima," sambungnya.

Hasto menegaskan, tidak boleh ada perlakuan berbeda terhadap Febrie, hanya karena dia merupakan pejabat di instansi hukum.

Menurutnya, keistimewaan itu bisa membuat ketidakpuasan terhadap penegakan hukum di era Presiden Prabowo Subianto meningkat.

Hasto pun menyinggung peristiwa kerusuhan 27 Juli atau kudatuli yang menjadi sejarah kelam PDI-P. Kata dia, rakyat pada saat itu marah karena hukum berpihak kepada para elite. 

"Jangan sampai pengalaman pahit itu terjadi kembali. Dan kondisi yang ekstrem tersebut menunjukkan bahwa hukum betul-betul tidak berkeadilan," imbuh Hasto.

Sebelumnya diberitakan, Febrie Adriansyah resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Jumat (24/7/2025).

Baca juga: Desakan Agar Tak Ada Perlakuan Istimewa untuk Febrie Adriansyah

Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar pukul 23.24 WIB, Febrie tiba di Rutan KPK menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan sejak siang hari tadi.

Mobil yang membawa Febrie itu bertuliskan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, berwarna hijau dengan terali besi warna hitam.

Saat turun dari mobil tahanan, Febrie tampak mengenakan batik berwarna abu-abu cokelat dengan dikawal oleh keamanan.

Febrie tidak mengenakan rompi tahanan maupun borgol.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia kemudian langsung digiring masuk ke Rutan KPK.

Proses penahanan tersebut turut dikawal dan didampingi oleh penyidik yang mengantar Febrie hingga memasuki rumah tahanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Tanjung Priok perkuat layanan lewat program PASPORIA
• 34 menit lalu
0
thumb
Mendagri Tegaskan ASN Harus Mampu Beradaptasi & Layani Masyarakat
• 10 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Pemicu Bentrokan Menteng: Berawal dari Gerobak Nasi Uduk
• 11 jam lalu
0
thumb
Kejar Begal HP, Mahasiswi Kebidanan di Bangkalan Jatuh dari Motor
• 14 jam lalu
0
thumb
Klarifikasi Persija soal Sanksi Shin Tae-yong dari KFA: Bukan 10 Tahun, tapi 1 Tahun?
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.