Desa Atlet Terapung Jadi Inovasi Baru
Panitia penyelenggara, Aichi-Nagoya Asian Games Organising Committee (AINAGOC), memutuskan memanfaatkan kapal pesiar sebagai floating athlete village atau desa atlet terapung. Konsep tersebut menjadi alternatif pengganti pembangunan wisma atlet permanen yang lazim digunakan pada edisi-edisi Asian Games sebelumnya.
Langkah ini menjadikan Aichi-Nagoya 2026 sebagai penyelenggara pertama dalam sejarah Asian Games yang menggunakan kapal pesiar sebagai tempat tinggal sementara bagi atlet dan ofisial selama berlangsungnya multievent olahraga empat tahunan tersebut.
Tampung Sekitar 20 Cabang Olahraga
AINAGOC menetapkan sekitar 20 cabang olahraga akan menempati desa atlet terapung di atas kapal pesiar. Beberapa di antaranya ialah panahan, basket 3x3, judo, sepak takraw, panjat tebing, tenis, angkat besi, dan wushu. Cabang olahraga lainnya juga akan menghuni kapal selama penyelenggaraan Asian Games 2026.
Baca Juga :
Casemiro Jalani Debut Manis bersama Inter Miami, Cedera Horor Berterame jadi SorotanKonsep desa atlet terapung sejatinya bukan yang pertama kali diterapkan dalam ajang olahraga internasional. Model serupa pernah digunakan pada Universiade Napoli 2019. Namun, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi edisi pertama yang mengadopsi konsep tersebut dalam skala sebesar pesta olahraga terbesar di Asia.
Efisiensi Anggaran Jadi Alasan Utama
Keputusan menggunakan kapal pesiar diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran. Panitia memilih memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia dibanding membangun kompleks wisma atlet baru yang membutuhkan biaya besar.
Berdasarkan informasi dari Olympic Council of Asia (OCA) atau Dewan Olimpiade Asia, kapal pesiar tersebut akan bersandar di Pelabuhan Nagoya sepanjang pelaksanaan Asian Games 2026 sehingga memudahkan mobilitas atlet menuju berbagai lokasi pertandingan.
Costa Serena Tampung Ribuan Atlet dan Ofisial
Kapal pesiar yang akan digunakan sebagai desa atlet terapung adalah Costa Serena. Kapal sepanjang sekitar 290 meter itu memiliki ribuan kabin yang akan digunakan sebagai tempat tinggal atlet dan ofisial selama ajang berlangsung.
Panitia menargetkan sekitar 4.000 atlet dan ofisial akan menginap di Costa Serena. Sementara itu, atlet dan ofisial lainnya akan ditempatkan di hotel serta berbagai fasilitas akomodasi yang tersebar di Prefektur Aichi.
Pemanfaatan kapal pesiar ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi peserta sekaligus menjadi solusi penyelenggaraan yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan bagi kontingen dari seluruh Asia.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)






Komentar (0)