Sultan Ternate Minta DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat di Royal Dinner UKSW

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Sultan Ternate Minta DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat di Royal Dinner UKSWNasional | okezone | Minggu, 26 Juli 2026 - 08:35Dengarkan Berita

SALATIGA -  Sultan Ternate ke-49, Hidayat M. Syah, meminta pemerintah dan DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Royal Dinner yang digelar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, yang dihadiri para raja, sultan, pemangku adat, akademisi, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam acara yang berlangsung dengan nuansa budaya Nusantara tersebut, para tokoh kerajaan dan pemangku adat juga menandatangani Piagam Salatiga sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Dalam sambutannya, Hidayat yang juga anggota DPD RI menegaskan bahwa negara perlu memberikan pengakuan dan perlindungan yang lebih kuat kepada masyarakat adat melalui pengesahan RUU Masyarakat Adat yang hingga kini belum juga disahkan.Baca Juga:KPK Ungkap Alasan Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono

"Jangan lupa itu! Memang saya emosional berbicara soal adat. Karena saya orang yang berteriak di sana, di DPD RI, tentang RUU Masyarakat Adat. Saya pansus-nya! Dan kedua, RUU Daerah Kepulauan, yang 14 tahun juga ditahan oleh DPR RI," kata Hidayat, Minggu (26/7/2026).

Hidayat mengaku telah berulang kali mempertanyakan alasan mandeknya pembahasan RUU Masyarakat Adat kepada para pimpinan partai politik.

"Saya datangkan ketua-ketua partai umum. 'Kenapa Anda menahan RUU Masyarakat Adat? Apa yang ditakutkan oleh kerajaan? Bukankah kerajaan yang membentuk Republik?'" ujarnya.

 

Dia juga menyoroti belum rampungnya pembahasan RUU Daerah Kepulauan yang menurutnya telah tertunda selama belasan tahun. Menurut dia, kedua regulasi tersebut sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat adat serta daerah kepulauan.

Dalam pidatonya, Sultan Ternate ke-49 itu mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran kerajaan-kerajaan Nusantara yang secara sukarela bergabung membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Jangan lupa, kerajaan yang membentuk Republik! Ingat itu! Sekali lagi saya nyatakan di sini, kerajaan-kerajaan Nusantara yang membentuk Republik atas kerelaan para raja untuk bergabung dengan Soekarno," tegasnya.

Baca Juga:Surabaya Geger, Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Telanjang Bersimbah Darah di Kamar Kos

Ia menambahkan, para raja memiliki kontribusi besar dalam proses pembentukan Indonesia sebagai negara merdeka sehingga keberadaan masyarakat adat dan kerajaan patut memperoleh perhatian negara melalui kebijakan yang berpihak.

Royal Dinner UKSW diawali dengan pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara. Sebagai penutup, digelar Festival Putri Keraton yang diikuti para putri kerajaan dan permaisuri dari berbagai kesultanan di Indonesia sebagai simbol pelestarian budaya dan komitmen menjaga kearifan lokal bagi generasi mendatang.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Ungkap Alasan Kliennya Mengaku Dikriminalisasi
• 17 jam lalu
0
thumb
Melampaui Absensi: Saat Kinerja ASN Diukur dari Dampaknya bagi Publik
• 4 jam lalu
0
thumb
AI Dukung Pengembangan Literasi Keuangan Syariah
• 12 jam lalu
0
thumb
Menakar Arah Nasionalisme dan Peran Anak Muda di Era Digital
• 21 jam lalu
0
thumb
Rival Megawati Hangestri Tampil Menggila saat Korea Selatan Kembali Kalahkan Timnas Voli Putri Indonesia
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.