VIVA – Tim voli putri Korea Selatan kembali meraih kemenangan atas Timnas Voli Putri Indonesia dalam pertandingan ekshibisi kedua yang berlangsung di Gimnasium Jecheon, Provinsi Chungcheong Utara, pada 25 Juli 2026.
Skuad asuhan Cha Sang-hyun tersebut mengalahkan Indonesia dengan skor 3-1 (25-21, 25-22, 19-25, 25-20). Hasil ini membuat Korea Selatan mencatatkan dua kemenangan beruntun setelah sebelumnya juga menang 3-1 pada pertandingan pertama yang digelar 23 Juli.
Korea Selatan yang menempati peringkat ke-30 dunia sempat tampil dominan dengan memenangkan dua set pertama. Indonesia kemudian bangkit dan merebut set ketiga.
- PP PBVSI
Namun, Korea Selatan kembali menemukan ritmenya pada set keempat. Mereka mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan Indonesia untuk mencapai 20 poin lebih dahulu dan mempertahankan keunggulan hingga memastikan kemenangan.
Kang So-hwi menjadi pemain paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Outside hitter Korea Expressway Corporation itu memimpin perolehan poin timnya dengan 16 angka.
Na Hyun-soo turut menyumbangkan 13 poin, termasuk tiga blok. Sementara itu, Lee Ju-ah mencetak delapan poin, Park Yeo-reum menyumbang tujuh poin, dan Jung Ho-young menambahkan enam angka.
Korea Selatan juga tampil sangat dominan dalam urusan blok. Mereka mencatatkan 17 blok sepanjang pertandingan, jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia yang hanya menghasilkan tiga blok.
Setelah menyelesaikan pertandingan ekshibisi ketiga melawan Indonesia pada 26 Juli di tempat yang sama, Timnas Voli Putri Korea Selatan akan mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejuaraan Asia Timur dan Kejuaraan Asia yang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan.
Sosok Kang So-hwi, Rival Megawati Hangestri
Kang So-hwi merupakan pemain yang berposisi sebagai outside hitter. Namanya cukup dikenal oleh penggemar voli Indonesia karena pernah menjadi rival Megawati Hangestri selama Megatron memperkuat Jung Kwan Jang Red Sparks.
Dalam dua musim tersebut, Kang So-hwi beberapa kali harus berhadapan dengan serangan-serangan keras Megawati. Spike Megatron bahkan kerap menjadi ancaman bagi lawan-lawannya.
Kang So-hwi sebelumnya sempat mendapat sorotan karena dianggap belum mampu memberikan kontribusi maksimal meski memiliki nilai kontrak yang tinggi. Saat itu, ia juga dinilai belum berhasil membawa GS Caltex meraih prestasi terbaik.






Komentar (0)