Produksi Susu Sapi Perah Lokal Baru Penuhi 20 Persen Kebutuhan Nasional

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofik menyebut produksi susu sapi perah lokal masih rendah. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan nasional, Indonesia masih membutuhkan pasokan dari negara lain, seperti Australia.

"Produktivitas sapi perah kita saat ini juga masih relatif rendah. Rata-rata produksi masih di bawah sekitar 12 liter per ekor per hari, padahal pada peternakan yang sudah maju, produksi dapat mencapai sekitar 34 liter per ekor per hari," kata Hanif usai berkunjung ke Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga
  • Swasembada Susu, Mentan Amran Butuh 20 Peternakan Besar
  • Sapi Merah untuk Ritual Penghancuran Al-Aqsa Cacat, Nasib Dunia Ditentukan Lubang di Telinga?
  • Kementan Klaim Mitigasi El Nino Efektif, Luas Puso Turun Drastis hingga Juli 2026

Hanif mengungkapkan produksi susu nasional saat ini masih didominasi oleh tiga provinsi. Jawa Timur menyumbang sekitar 57,9 persen produksi susu nasional, Jawa Barat hampir 30 persen, dan Jawa Tengah sekitar 9 persen. Sisanya tersebar di beberapa provinsi lain, sekitar 2 persen.

Jumlah produksi susu sapi perah lokal itu hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Adapun sisanya masih mengandalkan impor dari negara lain, khususnya Australia yang dikenal sebagai produsen sapi perah unggul.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Seperti yang telah kami sampaikan, hampir 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Sebagian besar produksi memang berasal dari wilayah yang memiliki areal peternakan cukup luas," ujar Hanif.

Dia juga menguraikan penyebab produksi susu sapi perah yang masih rendah. Di antaranya, ketersediaan lahan pakan ternak yang masih sangat terbatas. Selain itu, Indonesia berada di wilayah beriklim tropis, sedangkan sapi perah unggul umumnya berasal dari wilayah subtropis seperti Australia.

"Karena itu, ketika sapi-sapi tersebut dibawa ke Indonesia, mereka memerlukan lingkungan yang lebih sejuk sehingga banyak dipelihara di daerah pegunungan," ucap Hanif.

Saat ini, kata dia, berbagai inovasi terus dikembangkan. Di Jawa Timur, pemerintah melihat inovasi closed barn, yaitu sistem kandang tertutup. Jika teknologi tersebut berhasil dan mampu merekayasa iklim mikro di dalam kandang, peternakan sapi perah tidak harus selalu berada di daerah pegunungan, tetapi bisa dikembangkan di dataran yang lebih rendah.

Selain itu, jumlah populasi sapi juga harus ditingkatkan dengan cepat. Sebab, jika hanya mengandalkan proses berkembang biak secara alami, akan memerlukan waktu yang sangat lama, khususnya untuk mengejar target swasembada pangan di sektor susu sapi perah.

"Karena itu diperlukan intervensi pemerintah melalui berbagai skema pendanaan dalam rangka percepatan pengembangan sapi perah," kata Hanif.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Babak Baru Konsolidasi Maskapai BUMN, Garuda Resmi Jadi Holding Pelita Air
• 11 jam lalu
0
thumb
Prabowo Bongkar Praktik Mark-up di Pemerintah, Langsung Lakukan Ini
• 22 jam lalu
0
thumb
Houthi Klaim Serang 2 Kapal Tanker Arab Saudi, Tuduh Langgar Blokade Laut Merah
• 4 jam lalu
0
thumb
AI, "Minyak Baru" yang Akan Menentukan Masa Depan Indonesia
• 7 jam lalu
0
thumb
IHSG Melesat 20 Persen dari Level Terendah Juni, Ini Sederet Pemicunya
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.