Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Bahan Pokok Termasuk Telur

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan turut mendorong perbaikan harga bahan pokok, salah satunya telur ayam ras. Program tersebut dinilai meningkatkan penyerapan telur sekaligus memberikan kepastian permintaan bagi peternak.

Budi mengatakan, harga telur yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp 26 ribu per kilogram kini bergerak naik mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 30 ribu per kilogram. Saat ini, harga telur disebut telah berada di kisaran Rp 28 ribu per kilogram.

Baca Juga
  • Peringati Hari Anak Nasional, 500 Siswa Diajak Kenali Warisan Budaya Candi Prambanan
  • Pemda DIY Dukung Gunungkidul Jadi Role Model Nasional Transparansi Pengelolaan MBG
  • 19 Siswa SD di Blora Diduga Keracunan MBG, Susu Sempat Meledak dan Berbau tak Sedap
"Saya kasih contoh harga telur ya, harga telur kemarin kan berapa? Rp 26 (ribu). Rp 26 (ribu) itu padahal HET-nya berapa? Rp 30 ribu kan? Rp 30 ribu HET itu Harga Eceran Tertinggi," kata Budi kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, pergerakan harga yang mendekati HET menunjukkan adanya keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Harga yang terlalu rendah, kata dia, berisiko membuat peternak merugi hingga menghentikan produksi, yang pada akhirnya dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Nanti produsennya rugi bisa tutup ya dan tidak produksi. Kalau tidak produksi, telur enggak ada, justru naik," ujarnya.

Budi menyebut, meningkatnya penyerapan telur untuk kebutuhan MBG menjadi salah satu faktor yang mendorong perbaikan harga. Program tersebut menciptakan permintaan yang lebih pasti sehingga produksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

"Sekarang penyerapannya lebih bagus karena salah satu faktornya ya MBG juga sudah berjalan kembali. Jadi sebenarnya MBG itu bisa menjadi penyeimbang antara permintaan dan penawaran," ucapnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Keluhan Warga Terjebak Macet di Patung Kuda-Bundaran HI Imbas Konten Selebgram
• 11 jam lalu
0
thumb
Mengapa Gen Z Semakin Takut Menikah?
• 7 jam lalu
0
thumb
Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana
• 10 jam lalu
0
thumb
Adu Argumen Kubu Jokowi dan Kuasa Hukum Tifa! Klaim Happy dengan Putusan Sela
• 10 jam lalu
0
thumb
Akhir Damai Sekuriti vs Sopir Alphard
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.