Akhir Damai Sekuriti vs Sopir Alphard

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Perselisihan antara sekuriti proyek Stasiun MRT Bundaran HI, Fiktor Harefa, dengan sopir Alphard di pelican crossing Halte Transjakarta Bundaran HI, berakhir damai. Kedua belah pihak memutuskan saling memaafkan.

"Telah disepakati bahwa persoalan perselisihan antara pengemudi dan saudara Fiktor diselesaikan secara kekeluargaan, Kedua belah pihak saling memaafkan, mengakui kesalahan dan saling memaafkan," kata Kapolsek Menteng, Braiel Arnold Rondonuwu, kepada wartawan.

Perdamaian terjadi setelah sekuriti dengan sopir Alphard itu bertemu di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (24/7). Apa saja yang terjadi di sana? Berikut kumparan rangkum.

Sopir Alphard Sujud Minta Maaf

Wira menyebut pengemudi Alphard tersebut melakukan sujud kepada Fiktor sebagai bentuk permohonan maaf yang muncul dari kesadaran pribadi setelah yang bersangkutan mengakui kesalahannya.

"Ya tadi (sesuai) pertanyaannya, (sopir Alphard) sujud, dia memohon maaf ya," ucap Wira.

“Tetapi karena dari pengemudi itu merasa bahwa dia salah, tanpa diminta dia memang melakukan. Itu tidak ada paksaan,” tambah Wira.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Wira menegaskan pengemudi bersujud di hadapan Fiktor sebagai bentuk penyesalan.

“Karena kesadaran penyesalan, mungkin dia juga melakukan hal yang sama, sujud di hadapan Fiktor,” tambah Wira.

Sebelumnya, ketika kejadian cekcok di Bundaran HI, Fiktor juga bersujud di hadapan pengemudi Alphard.

Wira menjelaskan, tindakan Fiktor bersujud itu berbeda dengan yang dilakukan pengemudi Alphard dalam mediasi. Saat itu, Fiktor bersujud karena merasa takut setelah mendapat ancaman dilaporkan dan kehilangan pekerjaan.

“Klien kami melakukan sujud karena ditakuti. Dia dikatakan kami akan laporkan ke tempat mu bekerja, kamu akan dipecat. Dia ketakutan untuk itu, makannya dia sampai sujud memohon maaf,” ujar Wira.

Sekuriti Terima Maaf Sopir-Penumpang Alphard

Wira mengatakan kedua belah pihak diberi kesempatan menyampaikan kronologi masing-masing hingga akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Antara petugas keamanan Fiktor dan pengemudi kendaraan dan penumpangnya tiga orang sudah dimediasikan dan sudah sama-sama menerima dan mengakui ada kesalahpahaman yang terjadi," kata Wira.

"Untuk itu kami juga tadi menyampaikan bahwa dalam kesempatan yang difasilitasi oleh Pak Kapolsek, kedua belah pihak telah menerima permohonan maaf," sambungnya.

Proses mediasi berlangsung cukup lama karena masing-masing pihak menyampaikan penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi.

"Pertemuan di atas tadi memang memerlukan waktu yang cukup lama karena saling menyampaikan unek-unek masing-masing apa yang terjadi pada saat itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kliennya menerima permintaan maaf dari pihak pengemudi dan memilih mengakhiri persoalan tersebut agar dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

“Sekarang klien kami Fiktor Harefa dia pengin bagaimana cepat selesai, dia bekerja melanjutkan kehidupannya seperti biasa,” tambah Wira.

Sopir-Penumpang Alphard Ternyata Anggota Polda Jabar

Sopir dan 2 penumpang di mobil Alphard yang terlibat perselisihan dengan Fiktor ternyata polisi.

"Personel dari Polda Jawa Barat," kata Braiel.

Namun demikian, Braiel belum membeberkan identitas dari sopir dan penumpang tersebut. Kasus mereka akan diusut oleh Bidang Propam Polda Jawa Barat.

"Kemudian terkait dengan tadi yang disampaikan ada beberapa dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang, ini malam ini juga akan ditindaklanjuti dari Bidang Propam Polda Jawa Barat," sambungnya.

Pelanggaran Lalu Lintas Alphard Diusut Polda Metro

Keributan antara Fiktor dengan sopir Alphard ini terjadi imbas mobil tersebut menerobos lampu merah. Selain menerobos lampu merah, mobil tersebut diduga menggunakan pelat nomor palsu. Alphard hitam itu memakai pelat nopol D 1828 XHQ.

Braiel mengatakan proses tilang pelanggaran lalu lintas ini tengah ditangani Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Nanti untuk teknis silakan komunikasikan dengan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Braiel.

Braiel memastikan mobil tersebut milik pribadi salah satu anggota kepolisian tersebut. Namun, untuk identitasnya, Braiel tak menyampaikannya lebih lanjut.

"Ya itu mobil pribadi. Mobil Pribadi. Detailnya nanti silakan konfirmasi ke bagian lalu lintas, ya," ujar Braiel.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dalih Pinjam Motor, Tersangka Malah Gadaikan Kendaraan untuk Beli Narkoba
• 10 jam lalu
0
thumb
Hari Anak Nasional dan Krisis Ruang Aman yang Belum Berakhir
• 15 jam lalu
0
thumb
Ancang-ancang Trump Serang Iran Lebih Besar dari Epic Fury
• 2 jam lalu
0
thumb
Didera panas ekstrem, Eropa hadapi kebakaran dan susut muka sungai
• 2 jam lalu
0
thumb
Kejaksaan Agung Tahan Febrie Adriansyah di Rutan KPK
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.