Kelompok militan Houthi Yaman meluncurkan serangan ke Arab Saudi pada Sabtu (25/7/2026). Serangan rudal tersebut ditujukan ke wilayah Yanbu.
IDXChannel - Kelompok militan Houthi Yaman meluncurkan serangan ke Arab Saudi pada Sabtu (25/7/2026). Serangan rudal tersebut ditujukan ke wilayah Yanbu.
Dilansir Al-Jazeera, sumber dari Arab Saudi mengonfirmasi adanya serangan dari kelompok Houthi yang menyasar kilang minyak di bagian barat Yanbu. Sebanyak dua rudal berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara.
Saudi sebelumnya mengirimkan peringkatan kepada warganya di kota-kota di Jizan dan Yanbu usai mendapati informasi adanya serangan balasan dari kelompok yang didukung oleh Iran tersebut.
Selain melancarkan serangan, Houthi juga kembali melakukan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah yang ditempuh tersebut merupakan dampak memanasnya hubungan kedua belah pihak di tengah konflik berkepanjangan selama setidaknya 8 tahun terakhir.
Juru Bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam menuding Arab Saudi menggunakan kekuatan militer dan ekonomi untuk melumpuhkan Houthi. Dia juga menegaskan serangan Saudi terhadap wilayah Hodeidah, Pulau Kamaran, dan bandara Sanaa akan dibalas.
Serangan tersebut terjadi di tengah kabar Amerika Serikat (AS) dan Iran memulai kembali pembicaraan perdamaian. Sumber Al-Jazeera di Iran menyebutkan bahwa Teheran dan Washington bertukar pesan melalui mediator.
Namun, pembicaraan tersebut belum menunjukkan kemajuan. Pasalnya, baik Iran maupun AS memiliki perbedaan sejumlah isu krusial di samping masih kuatnya ketidakpercayaan di antara kedua belah pihak.
Presiden AS, Donald Trump menyebut adanya komunikasi antara AS dan Iran. Dia mengaku siap mendengarkan permintaan dari Iran.
"Mereka sedang berbicara dengan kami, mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka belum siap, saya pikir belum waktunya, tapi saya siap untuk mendengarkan. Tapi saya minta mereka tidak memiliki senjata nuklir," katanya di Washington DC.
Trump juga mengungkapkan, serangan militer AS ke Iran melemahkan kekuatan Iran secara signifikan. "Kami menghantam Iran sangat keras di sana," katanya.
Selain itu, dia juga menyebut, angkatan laut dan udara Iran telah lumpuh. Lebih dari 250 pesawat tempur telah jatuh dan 159 kapal tenggelam di laut.
"Mereka tidak punya radar, mereka hanya punya sedikit sisa drone saja, meskipun apa yang Anda lihat beberapa kali, mereka mencoba untuk bersiap, mereka benar-benar tidak punya banyak dari yang tersisa," katanya.
Trump juga menyebut, Iran saat ini belum memiliki senjata nuklir dan tidak akan pernah memilikinya. "Kami tidak akan membiarkan mereka memiliki nuklir. Mereka tentu akan menggunakannya, mereka akan menggunakannya kalau memilikinya," kata Trump.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)