Trump ancam Uni Eropa bayar tarif besar atas denda Google

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jumat (24/7), mengancam Uni Eropa dengan tarif besar dan penyelidikan atas denda baru yang dijatuhkan blok tersebut kepada perusahaan raksasa teknologi AS, Google.

Pada Kamis (23/7), Komisi Eropa menjatuhkan denda sebesar 890 juta euro (sekitar Rp18,2 triliun) kepada Google, karena diduga melanggar Undang-Undang Pasar Digital Uni Eropa (DMA), dengan menuduh perusahaan tersebut mempromosikan layanannya sendiri dalam hasil pencarian dan membatasi pengembang aplikasi di Google Play.

"Semoga KEBENARAN ini menjadi bukti bahwa kami akan segera memulai Penyelidikan 301 atas praktik 'perampokan' terhadap perusahaan-perusahaan Amerika dan, pada gilirannya, terhadap pembayar pajak Amerika. Uni Eropa akan membayar harga yang sangat mahal atas perilaku ilegal dan sangat tidak etis ini, yang telah berulang kali saya peringatkan kepada mereka," kata Trump di Truth Social.

Baca juga: Ukraina siapkan pertemuan dengan Presiden AS Trump

Trump mengingatkan bahwa Uni Eropa telah menjatuhkan denda sebesar 15 miliar dolar AS (sekitar Rp269 triliun) kepada perusahaan Apple Inc., 3 miliar dolar AS (sekitar Rp54 triliun) kepada Meta, dan 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp45 triliun) kepada Amazon.

Denda baru tersebut menjadikan total hukuman antimonopoli yang dijatuhkan Uni Eropa kepada Google mencapai lebih dari 18 miliar dolar AS (sekitar Rp322,5 triliun).

Trump mengecam hal itu sebagai "praktik ilegal dan sangat diskriminatif" yang dimulai sejak pemerintahan Joe Biden.

"Namun, hal itu tidak akan berlanjut selama pemerintahan Trump. Amerika Serikat bukanlah 'celengan' bagi Eropa dan kami tidak akan membiarkannya menjadi demikian!" kata Trump.

Pada Maret 2024, Komisi Eropa membuka penyelidikan terhadap Google setelah DMA, yang mengatur aktivitas platform digital terbesar, mulai berlaku.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Trump sebut Iran "semakin serius" dalam pembicaraan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bimantoro Soroti Penahanan Febrie: Jangan Ada Keistimewaan dalam Penegakan Hukum
• 4 menit lalu
0
thumb
Hasto Kristiyanto Ajak Semua Pihak Jaga Keutuhan NU dari Intervensi Politik Jelang Muktamar 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
LPDB Koperasi Buka Lowongan Kerja S1 Berbagai Jurusan, Cek Formasi dan Cara Daftarnya!
• 20 jam lalu
0
thumb
Dugaan Kekerasan terhadap Jurnalis di Siak, PWI Desak Penyidikan Dituntaskan
• 21 jam lalu
0
thumb
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.