Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri jamuan makan malam tahunan White House Correspondents' Association (WHCA) yang kembali digelar tiga bulan setelah insiden penembakan yang menyebabkan acara sebelumnya dibatalkan.
Dalam kesempatan itu, Trump menyerukan pentingnya kebebasan berpendapat, tetapi juga kembali melontarkan sindiran kepada media.
Acara yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, dihadiri ratusan jurnalis dari berbagai organisasi media, termasuk sejumlah media yang selama ini kerap berselisih dengan Trump, seperti The New York Times, CNN, dan The Wall Street Journal.
Dalam pidatonya, Trump mengatakan perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan kekerasan.
"Perbedaan kita diselesaikan bukan dengan peluru, melainkan melalui perdebatan yang terbuka dan penuh semangat," kata Trump.
"Tidak ada orang bersenjata yang akan pernah mengubah itu," sambungnya, seperti dikutip dari BBC, Sabtu, 25 Juli 2026. Kebebasan Pers Ia juga mengajak masyarakat Amerika Serikat untuk tetap menghormati kebebasan berbicara.
Meski menyampaikan pesan yang lebih bernada damai, Trump tetap menyisipkan kritik kepada media. Ia kembali menyebut sebagian pemberitaan sebagai "fake news" dan berseloroh bahwa ruang jamuan tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang mengalami "Trump Derangement Syndrome," istilah yang kerap digunakannya untuk menyindir para pengkritiknya.
"Saya kadang benar-benar berpikir sebagian dari kalian tidak menyukai saya," ujar Trump, yang disambut tawa para hadirin.
Presiden AS itu juga berdiri dan menyalami para penerima penghargaan, termasuk tim The Wall Street Journal yang memperoleh penghargaan atas liputan mengenai hubungan Trump dengan mendiang terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Sementara itu, Presiden WHCA Weijia Jiang mengatakan penyelenggaraan jamuan tahun ini menjadi simbol bahwa aksi kekerasan tidak akan membungkam kebebasan pers.
Ia menegaskan jamuan tahunan akan kembali digelar di Washington Hilton pada tahun depan, lokasi yang sama dengan insiden penembakan pada April lalu. Pengamanan Ketat Dalam acara tersebut, Trump juga menyerahkan penghargaan kepada anggota Secret Service Victor Gonzalez atas tindakannya saat menggagalkan penyerang dalam insiden tersebut.
Jamuan tahun ini berlangsung dengan skala yang lebih kecil dibandingkan acara pada April. Sekitar 700 orang menghadiri acara tersebut, jauh lebih sedikit dibandingkan lebih dari 2.000 peserta pada jamuan yang semula dijadwalkan sebelum dibatalkan akibat penembakan.
Pengamanan juga diperketat. Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi ditutup, sementara polisi, Garda Nasional, dan Secret Service dikerahkan dalam jumlah besar. Para tamu menjalani pemeriksaan identitas dan keamanan berlapis sebelum memasuki lokasi acara.
Tersangka penembakan pada April, Cole Tomas Allen (31), didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat. Ia dilumpuhkan oleh agen Secret Service sebelum mencapai tangga menuju ruang utama tempat jamuan berlangsung.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump, antara lain Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Jaksa Agung sementara Todd Blanche, Direktur FBI Kash Patel, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Baca juga: Penembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih Picu Kecaman Global





Komentar (0)