Saham KOSPI Korea Selatan Anjlok 6%, Saham Chip dan Otomotif Tertekan

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Seoul: Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok pada perdagangan Jumat waktu setempat setelah saham-saham produsen chip mengalami aksi jual di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap tingginya valuasi sektor kecerdasan buatan (AI) dan besarnya belanja teknologi. Sentimen negatif juga dipicu pengumuman tarif baru Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara, termasuk Korea Selatan.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 25 Juli 2026, indeks KOSPI sempat merosot lebih dari enam persen ke level intraday 6.650,41 sebelum memangkas sebagian kerugian dan ditutup di level 6.751,49. Pergerakan indeks membaik setelah Pemerintah Korea Selatan menyatakan AS akan tetap menghormati perjanjian perdagangan sebelumnya yang membatasi tarif impor terhadap negara tersebut hingga 15 persen.

Saham produsen semikonduktor menjadi kontributor terbesar pelemahan KOSPI. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun sekitar enam hingga sepuluh persen.

Pelemahan tersebut mengikuti koreksi tajam saham-saham teknologi di Wall Street sehari sebelumnya setelah laporan keuangan Alphabet dan Tesla memunculkan kekhawatiran terhadap besarnya belanja untuk pengembangan AI.

Alphabet, yang menjadi salah satu perusahaan dengan investasi AI terbesar di Amerika Serikat, membukukan arus kas bebas kuartalan negatif untuk pertama kalinya. Perusahaan juga menaikkan proyeksi belanja modal tahun ini.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap tingginya investasi AI yang mulai menekan margin keuntungan perusahaan teknologi. Pelaku pasar juga menunggu bukti lebih kuat bahwa belanja besar di sektor AI mampu menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
 

Baca Juga :

Ini Alasan Trump Getok Tarif Impor ke 60 Mitra Dagang Utama AS


(Ilustrasi, bendera Korea Selatan di tengah kota. Foto: Koreabizwire.com)
  Valuasi tinggi tingkatkan sensitivitas saham teknologi
Dalam satu tahun terakhir, Samsung Electronics dan SK Hynix menikmati lonjakan kinerja berkat tingginya permintaan chip memori yang didorong perkembangan AI.

Namun, kenaikan valuasi tersebut membuat kedua saham menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah Exchange-Traded Fund (ETF) Korea Selatan yang memiliki eksposur besar terhadap saham-saham semikonduktor.

Tekanan terhadap KOSPI semakin besar setelah saham Hyundai Motor turun sekitar 8 persen menyusul laporan laba kuartal II yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Prospek kenaikan tarif perdagangan Amerika Serikat juga menjadi sentimen negatif bagi produsen otomotif tersebut. Kebijakan tarif dinilai masih menjadi tantangan utama bagi kinerja Hyundai dalam beberapa kuartal terakhir.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rusun Subsidi Tak Laku, Hanya Terjual 10 Unit dalam 7 Bulan
• 15 jam lalu
0
thumb
Pria di Jakbar Rekayasa Kasus Begal demi Klaim Asuransi Laptop
• 22 jam lalu
0
thumb
Begini Tips Tampil Stylish dan Kekinian dengan Tetap Peduli Lingkungan dan Ramah Alokasi Dana Bulanan
• 19 jam lalu
0
thumb
KAI Logistik Kirim 1.425 Motor pada Libur Sekolah, Paling Banyak dari Yogyakarta
• 10 jam lalu
0
thumb
Saham KOSPI Korea Selatan Anjlok 6%, Saham Chip dan Otomotif Tertekan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.