Kekeringan, Warga Desa Kunden Harus Tempuh 2 Km untuk Ngangsu Air

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sukoharjo: Warga Dusun Kepuh dan Dusun Sumberagung, Desa Kunden, Kecamatan Bulu, Sukoharjo terpaksa me-ngangsu (menimba) hingga dua kilometer untuk mendapatkan air bersih yang didistribusi pemerintah. Hal itu dilakukan setelah kekeringan melanda desa mereka sejak empat bulan terakhir.

Diketahui, sumber air yang biasa dipakai memenuhi kebutuhan warga telah mengering beberapa waktu terakhir. Meskipun mendapatkan distribusi air bersih, warga tetap harus berhemat karena dropping tidak dilakukan setiap hari.

"Ini sudah kekeringan, tidak ada air. Kalau ngangsu di dusun sebelah, jaraknya itu satu sampai dua kilo. Itu kadang jalan, kadang naik motor juga," ujar salah satu warga Desa Kunden, Cipto, 70, di Sukoharjo, Jumat, 24 Juli 2026.

Baca Juga :

Kemarau Panjang, 14 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Waspada Kekeringan
Ia mengatakan, sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh warga di dua dusun saat ini dalam kondisi kering. Ia mengakui distribusi air bersih dari pemerintah saat ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan harian warga.

"Jelas sangat terbantu, ini buat kebutuhan sehari-hari, masak, nyuci, mandi, minum juga. Kadang beli air juga, ada yang keliling. Tetap harus hemat karena droping tidak mesti sehari sekali," beber Cipto.

Warga mengantre untuk mengisi air saat distribusi air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan di Kampung Karacak RT 01/08, Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jabar. Foto: Antara/Arif Firmansyah.

Kepala Desa (Kades) Kunden, Purno Handoyo mengungkapkan, sebanyak 99 kepala keluarga (KK) di desanya terdampak kekeringan ini. Kondisi geografis desa menjadi penyebab utama kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau di desa tersebut.

Ia mengatakan sempat ada pembuatan beberapa sumur dalam. Namun tidak bertahan lama karena pipanya rusak akibat gempa.

"Ada 99 KK, sekitar 336 jiwa terdampak kekeringan. Kondisi ini sudah dirasakan cukup lama. Di sini memang kesulitan air karena memang kondisi alamnya, berada di puncak gunung. Dulu pernah ada sumur dalam, tapi sekarang pipanya rusak dan airnya sedikit," terang Purno.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Febrie Adriansyah: Saya Merasa Ini Kriminalisasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Daftar Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Cek Juga Jadwal Mainnya
• 8 jam lalu
0
thumb
Truk Tabrak Penunjuk Arah di Tol Cijago Arah Limo Depok, Sebagian Jalur Ditutup
• 14 jam lalu
0
thumb
Gempa M 5,4 Guncang Perairan Pulau Enggano Bengkulu
• 21 jam lalu
0
thumb
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ungkap Sumber Dana Hadiah Sayembara Tangkap Begal 
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.