Sebuah truk dump menabrak rambu penunjuk arah di Tol Cijago KM 39+400 arah Limo, Depok pada Jumat (24/7) sekitar pukul 12.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kainduk PJR Jagorawi Kompol Jajuli menjelaskan insiden bermula saat truk dump berhenti di bahu jalan untuk memperbaiki selang dump.
“Awal mulanya ada kendaraan dump truck berhenti di bahu jalan, mau perbaikan itu dumpnya. Dump dinaikkan. Pada saat dumpnya dinaikkan, posisi mesin mati. Habis itu dumpnya dinaikkan, dia mau ngecek persneling ke kemudi,” kata Jajuli, Jumat (24/7).
Ia menjelaskan, saat itu posisi gigi truk masih berada di gigi tiga. Ketika pengemudi memindahkan persneling ke posisi netral, kendaraan yang berada di jalan menurun perlahan itu langsung meluncur.
“Karena persnelingnya tadinya masuk ke gigi tiga, kan dia nggak jalan. Begitu dioklek-oklek itu masuk ke netral. Karena posisi agak turun, akhirnya jalan dia dengan dump yang menganga itu. Akhirnya nabrak gawang. Kendaraan berhentinya ya karena nabrak gawang itu. Tapi posisi mesin mati,” ujarnya.
Truk tersebut melaju dari Gunung Putri menuju Merak dan berhenti di bahu jalan Tol Cijago KM 39+400 untuk memperbaiki selang dump. Saat pengemudi memindahkan persneling ke posisi netral, kendaraan bergerak sendiri hingga bak dump yang masih terangkat menabrak portal rambu petunjuk arah. Truk akhirnya berhenti di bahu jalan dengan posisi normal, sementara bak dump masih dalam keadaan terangkat.
Jajuli mengatakan proses evakuasi kendaraan sempat menunggu crane karena harus menangani muatan truk.
“Nunggu crane, lagi bongkar berapa ton itu,” katanya.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat mengalami kepadatan sekitar 500 meter. Kendaraan masih dapat melintas melalui dua lajur yang dibuka.
“Lalu lintas antrean 500 meter. Lajur yang bisa dilintasi lajur dua setengah lajur, lajur tiga full sama bahu jalan. Jadi bisa dua lajur,” ucapnya.
Jajuli memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban.
“Nggak ada. Saya pastikan nggak ada,” tutupnya.





Komentar (0)