Diam-Diam Iran Kirim Garda Revolusi Islam ke Negara Arab Ini, Mau Apa?

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Anggota suku yang setia kepada Houthi berbaris di atas bendera AS dan Israel selama parade militer untuk anggota suku baru di tengah meningkatnya ketegangan dengan koalisi pimpinan AS di Laut Merah, di Bani Hushaish, Yaman, 22 Januari 2024. (REUTERS/KHALED ABDULLAH)
Daftar Isi
  • Bukti Baru Dukungan Iran
  • Blokade di Laut Merah
  • Komponen Rudal dan Drone

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dilaporkan mengirim personel elite Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), penasihat militer, serta perlengkapan terkait rudal dan drone ke Yaman pada bulan ini. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Teheran memperkuat kemampuan kelompok Houthi untuk mengancam jalur pelayaran internasional di Laut Merah, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Mengutip Reuters, Kamis (24/7/2026), informasi itu diungkap empat sumber yang mengetahui persoalan tersebut, termasuk dua sumber Iran, Menteri Informasi Yaman, serta seorang analis keamanan regional. Mereka mengatakan Iran mengirim personel IRGC dan perlengkapan militer menggunakan penerbangan dari Teheran menuju Yaman pada 13 Juli, sebuah perkembangan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Dua sumber Iran mengatakan kepada Reuters bahwa pesawat milik Mahan Air tersebut mengangkut antara 10 hingga 21 personel IRGC, termasuk sejumlah komandan senior.


Pesawat awalnya dijadwalkan mendarat di ibu kota Yaman, Sanaa, yang dikuasai Houthi. Namun, penerbangan dialihkan ke kota pelabuhan Hodeidah di Laut Merah setelah Bandara Sanaa diserang oleh pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

"Para komandan IRGC pergi ke sana untuk mendukung operasi Houthi dan memberikan pelatihan mengenai sistem rudal baru," kata salah satu sumber.

Sumber tersebut juga mengatakan Iran mengirim emas dalam penerbangan yang sama untuk membiayai aktivitas Houthi.

Baca: Siaga 1 Perang AS-Iran Jadi PD 3, Rusia Bom CIA-Inggris Waspada 24 Jam

Bukti Baru Dukungan Iran

Pengerahan personel IRGC tersebut menjadi bukti terbaru dugaan upaya Iran memperkuat Houthi, yang telah berperang melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi selama lebih dari satu dekade. Kelompok itu juga telah berulang kali melancarkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara Teluk.

Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut. Selama ini Teheran berulang kali membantah telah memasok kemampuan rudal kepada Houthi.

Sementara itu, pejabat media Houthi Abdel Rahman al-Ahnomi, yang mengaku berada di dalam pesawat tersebut, membantah seluruh tuduhan itu.

Ia menyebut klaim bahwa Iran mengirim ahli militer ke Yaman sebagai "kebohongan yang dibuat-buat". Ia menambahkan seluruh penumpang pesawat merupakan warga sipil.

Houthi juga sebelumnya berulang kali membantah menjadi kelompok proksi Iran dan menegaskan bahwa mereka mengembangkan sistem persenjataannya sendiri.

Baca: Perang AS-Iran Makan Korban Lagi: Jepang

Blokade di Laut Merah

Tiga hari setelah penerbangan tersebut tiba di Yaman, Reuters melaporkan bahwa Teheran meminta Houthi bersiap menutup jalur ekspor minyak di Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur energi Iran.

Pada Senin, Houthi yang menguasai wilayah pesisir Laut Merah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi sebagai respons atas pemboman Bandara Sanaa pada 13 Juli yang mereka tuduhkan dilakukan Riyadh.

Langkah tersebut menandai berakhirnya gencatan senjata selama empat tahun antara Arab Saudi dan Houthi. Ketegangan meningkat lagi pada Kamis ketika kelompok itu mengumumkan telah menyerang dua kapal tanker minyak Saudi.

Menteri Informasi pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, Moammar al-Iryani, mengonfirmasi pemindahan personel IRGC dan perlengkapan militer tersebut dalam wawancara telepon dengan Reuters, berdasarkan informasi intelijen.

"Misi mereka adalah memperkuat kemampuan militer milisi tersebut dan mempersiapkan mereka untuk mengancam keamanan maritim internasional di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab," ujarnya.

Analis keamanan dan intelijen Mzahem Alsaloum, yang selama bertahun-tahun memantau aktivitas Houthi dan kelompok-kelompok yang didukung Iran, juga mengonfirmasi kedatangan para ahli IRGC dalam penerbangan 13 Juli tersebut.

Baca: 4 Fakta Lengkap Perang Dagang Jilid 3 Mulai, RI Resmi Kena Tarif 10%

Komponen Rudal dan Drone

Menurut Alsaloum, sebagian muatan pesawat terdiri atas komponen rudal jarak pendek dan menengah serta drone. Sistem persenjataan itu disebut serupa dengan yang sebelumnya digunakan dalam serangan terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Ia juga mengatakan Teheran pernah mengirim penasihat militer ke Yaman saat perang melawan Israel tahun lalu melalui Somalia, klaim yang sebelumnya telah dibantah Iran.

Houthi pada awal bulan ini mengumumkan pembukaan penerbangan langsung antara Sanaa dan Teheran. Mereka menyatakan layanan tersebut bertujuan mematahkan apa yang mereka sebut sebagai blokade Saudi terhadap Yaman.

Dalam konferensi pers di Teheran pada 20 Juli, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan penerbangan menuju Sanaa pada 13 Juli dimaksudkan untuk memulangkan delegasi Houthi yang sebelumnya menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, serta warga Yaman yang telah menjalani perawatan medis di Iran.

Pada 3 Juli, pesawat yang sama membawa sekitar 200 orang, termasuk pejabat senior, perempuan, dan anak-anak, menuju Iran untuk menghadiri pemakaman tersebut.

Keempat sumber Reuters mengatakan bahwa ketika pesawat kembali ke Yaman pada 13 Juli, selain membawa anggota delegasi Houthi, pesawat juga mengangkut komandan dan penasihat IRGC.

Namun sebelum mendarat di Bandara Sanaa, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan ke bandara tersebut sehingga pesawat terpaksa mengalihkan pendaratan ke Hodeidah yang dikuasai Houthi.

Militer Houthi mengatakan pesawat-pesawat tempur Saudi yang menyerang Bandara Sanaa akhirnya dipaksa keluar dari wilayah udara Yaman.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: AS Gempur Iran, Houthi Targetkan Kapal Tanker Arab Saudi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berkedok Warung Kopi, Dua Pengedar Obat Keras Ditangkap di Kalideres
• 2 jam lalu
0
thumb
Korban Penipuan Berkedok Sembako Murah di Bekasi Tembus 40 Orang, Total Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
• 10 jam lalu
0
thumb
Operator Seluler RI Akan Sediakan Paket Kuota Rollover Sesuai Putusan MK
• 14 jam lalu
0
thumb
Dukung Mahasiswa agar Tidak Ketinggalan dari Kecerdasan Buatan
• 20 jam lalu
0
thumb
Belum Bertanding, Timnas Indonesia Sudah Ukir Sejarah di Piala AFF 2026! Kok Bisa?
• 38 menit lalu
0
Berhasil disimpan.