Korban Penipuan Berkedok Sembako Murah di Bekasi Tembus 40 Orang, Total Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, DISWAY.ID-- Kasus dugaan penipuan berkedok penjualan sembako murah dengan sistem pre-order (PO) menghebohkan Kota Bekasi. 

Modus yang menawarkan harga jauh di bawah pasaran itu diduga telah menjerat puluhan warga. 

BACA JUGA:PLN Electric Run 2026 Diikuti 8.000 Pelari, Targetkan Sertifikasi World Athletics Label

Berdasarkan laporan yang diterima, sedikitnya 40 orang menjadi korban dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 miliar, sehingga kasus ini kini menjadi sorotan publik dan aparat penegak hukum.

Salah satu korban, Tia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 208.973.000 setelah mengikuti penjualan minyak goreng, beras, dan gula pasir dengan harga jauh dibawah pasaran.

Uang tersebut digunakan untuk memesan minyak goreng, beras, dan gula pasir yang rencananya akan dijual kembali karena menawarkan keuntungan dari selisih harga.

BACA JUGA:Sudaryono Diam-Diam Sidak SPPG di Bogor, Dapur MBG 'Nakal' Bakal Ditutup

Wanita berusia 48 tahun juga mengungkapkan jumlah korban diperkirakan terus bertambah. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya sudah ada lebih dari 40 orang yang menjadi korban.

"Masih banyak yang belum melapor, terutama yang kerugiannya sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta. Korbannya bukan hanya dari sini, tapi juga dari Tambun dan wilayah lain di Bekasi," terang dia.

Menurut Tia, total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Sebelum menempuh jalur hukum, para korban sempat mengikuti mediasi yang difasilitasi keluarga pelaku. Saat itu keluarga meminta korban dengan nominal kerugian besar untuk berkumpul.

Namun harapan korban agar uang mereka dikembalikan pupus setelah keluarga suami pelaku mengaku tidak memiliki kemampuan mengganti kerugian yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

BACA JUGA:Prabowo Sebut Masih Ada 'Londo Ireng' Berkedok Wartawan, LSM dan Pengamat

"Mereka bilang tidak punya uang sebesar itu dan urusan rumah tangga menjadi tanggung jawab masing-masing. Besoknya saya langsung membuat laporan ke polisi," jelasnya.

Hingga kini, keberadaan pelaku masih belum diketahui. Berdasarkan informasi yang diterima para korban, pelaku diduga meninggalkan rumah bersama suaminya, serta dua orang anak mereka.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AKRA Bagikan Dividen Interim Rp 1 Triliun, Seperti Apa Sumber Pundi Hartanya?
• 4 jam lalu
0
thumb
Trump Tuding Houthi Kaki Tangan Iran, Siapkan Hukuman Besar-besaran
• 17 jam lalu
0
thumb
Prabowo Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina: Tidak Bisa Ditawar
• 9 jam lalu
0
thumb
RI Mengusulkan Forum Konsuler ASEAN untuk Memperkuat Pelindungan Warga Negara di Luar Negeri
• 19 jam lalu
0
thumb
Program Budi Daya Kambing Perah Sokong Peningkatan Perekonomian Masyarakat
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.