REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhatian terhadap ekonomi hijau mendorong perubahan arah investasi. Tidak hanya pada sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik, tetapi juga pada perusahaan yang mendukung penerapan standar keberlanjutan di berbagai sektor industri.
Investor nasional Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, Indonesia memerlukan lembaga yang mampu memastikan proses bisnis memenuhi standar yang diakui secara nasional maupun internasional. Pandangan itu menjadi salah satu alasan dirinya berinvestasi di PT Mutuagung Lestari (MUTU), perusahaan yang bergerak di bidang sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi.
Baca Juga
Danantara Akuisisi Empat Manajer Investasi BUMN, Kelola Dana Rp 170 Triliun
Airlangga Beberkan Capaian Ekonomi Pemerintah, Investasi Tembus Rp 1.001 Triliun
Menurut Sandiaga, transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan lebih dari sekadar investasi dan pengembangan teknologi. Selain itu, dibutuhkan sistem yang mampu membangun kepercayaan di antara pelaku usaha, pemerintah, investor, dan pasar global.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau. Namun potensi tersebut harus didukung oleh sistem yang mampu memastikan setiap proses memenuhi standar yang diakui secara global. Di sinilah peran perusahaan seperti MUTU menjadi sangat penting," kata Sandiaga dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut mantan Menparekraf tersebut, seiring meningkatnya perhatian terhadap praktik bisnis berkelanjutan, perusahaan di berbagai sektor menghadapi tuntutan untuk memenuhi beragam standar. Mulai dari aspek lingkungan, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga tata kelola perusahaan.
Komentar (0)