Terobosan Baru S-26, Teknologi EEG Pertama di Indonesia Bantu Orang Tua Pahami Koneksi Otak Anak

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam rangka memperingati World Brain Day 2026, Wyeth Nutrition menghadirkan S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain, sebuah pengalaman edukatif imersif yang berlangsung di Senayan City, Jakarta pada 24–26 Juli 2026, setelah sebelumnya mendapat antusiasme tinggi di Surabaya pada 26–28 Juni 2026.

Sebagai bagian dari kampanye "Semua Bisa Jadi Hebat", acara ini menghadirkan S-26 Exceptional Brain Visualizer, sebagai daya tarik utama teknologi EEG (electroencephalogram) yang dikembangkan bersama MyndPlay UK.

BACA JUGA:Mobil Tahanan Kejagung Stand By, Akankah Febrie Adriansyah Langsung Ditahan Malam Ini?

Melalui pengalaman edukatif interaktif ini, S-26 mengajak orang tua Indonesia memahami peran stimulasi yang tepat sejak dini guna mendukung pemenuhan asupan gizi yang dapat mendukung perkembangan otak anak.

“Di tengah dunia yang terus berubah, kita belum tahu persis tantangan yang akan dihadapi anak-anak di masa depan. Namun kami percaya bahwa setiap anak bisa jadi hebat karena setiap anak memiliki perjalanan exceptional sendiri yang unik," ujar Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26 Vera Niki Gozali.

"Karena itu, penting bagi orang tua untuk mendukung proses belajar anak melalui pengalaman yang beragam atau multi-learning, sehingga mereka mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru dan lebih siap menghadapi masa depan atau future-ready," jelasnya.

BACA JUGA:Rumah SHM Mulai Rp101 Jutaan Bakal Ada di HWB Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribu

Wyeth Nutrition sebagai Global No.1 in Brain Research yang didukung riset peer-reviewed bersama Brown University menghadirkan S-26 Procal GOLD Multilearn Connect dengan Advanced Formulation yang mengombinasikan Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, Kolin,

Dan Zat Besi untuk mendukung proses mielinisasi sebagai bagian penting dalam perkembangan otak dan proses belajar si Kecil dari berbagai pengalaman multi-learning dan lebih siap menghadapi masa depan atau future-ready.

Dalam lima tahun pertama kehidupan, jumlah koneksi di setiap sel saraf otak si Kecil melonjak dari sekitar 2.500 menjadi 15.000, sebuah perkembangan luar biasa yang tidak akan terulang pada tahap kehidupan berikutnya.

BACA JUGA:Here We Go! Justin Hubner dan Tim Geypens Masuk Skuad Timnas, John Herdman Umumkan 26 Pemain Piala AFF 2026

Salah satu proses penting yang mendukung efisiensi koneksi tersebut adalah mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang membantu sinyal antarsel otak dihantarkan lebih cepat dan efisien.

Proses mielinisasi dapat didukung melalui kombinasi gizi yang tepat sebagai bagian dari pola makan seimbang, serta stimulasi yang konsisten.

Sejalan dengan itu, riset klinis terbaru menunjukkan bahwa kombinasi gizi tertentu dapat mendukung proses mielinisasi secara terukur.

Menguatkan hal tersebut, dr. Yoga Yandika, Sp.A, dokter spesialis anak sekaligus Founder Yo Clinic – Klinik Anak, Gigi dan Fisioterapi menjelaskan, “Pada golden period, otak anak berkembang sangat pesat dengan membentuk triliunan koneksi antarsel saraf yang menjadi dasar bagi berbagai kemampuan belajar.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente Akhirnya Kecam Perilaku Memalukan Argentina, Kecewa Sempat Memuji
• 1 jam lalu
0
thumb
Kejagung Jelaskan 4 Sprindik Baru: Febrie Saksi Kasus TPPU Terkait 74 Kg Emas
• 8 jam lalu
0
thumb
Akademisi Sebut Stabilitas Pasokan dan Distribusi Jadi Kunci Menjaga Harga Pangan Tetap Wajar
• 6 jam lalu
0
thumb
Satpam dan Sopir Alphard yang Cekcok di Bundara HI Sepakat Damai
• 2 jam lalu
0
thumb
Cak Imin Sebut Aksi Prabowo Selamatkan SDA Bukan Retorika
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.