Pelatih Spanyol Luis de la Fuente Akhirnya Kecam Perilaku Memalukan Argentina, Kecewa Sempat Memuji

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MADRID—Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente akhirnya mengkritik perilaku Argentina terhadap pemainnya setelah final Piala Dunia.

Ia menggambarkan insiden pasca pertandingan sebagai tidak dapat diterima.

Berbicara kepada TVE selama kunjungan ke Teledeporte dengan trofi Piala Dunia, ia mengakui tidak menyaksikan insiden tersebut saat terjadi karena sedang merayakan bersama staf dan pemainnya.

“Saat itu, saya tidak menyadari apa yang terjadi karena saya sedang merayakan bersama orang lain, memeluk rekan satu tim,” akunya dikutip dari Goal.

“Bagaimanapun, saya merasa itu tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima dari pemain sekaliber itu, yang telah saya puji beberapa hari sebelum pertandingan dan yang memiliki pelatih fantastis,” lanjutnya.

Ia juga memuji respons peman Spanyol. “Saya pikir perlu disoroti perilaku pemain kami dalam menghadapi provokasi tersebut. Mereka tetap tenang setiap saat, seperti olahragawan dan pemain sepak bola yang baik,” ujarnya.

La Roja memenangkan pertandingan melawan Albiceleste dengan skor tipis 1-0 berkat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu untuk mengamankan gelar dunia kedua dalam sejarah mereka.

De la Fuente merenungkan pencapaian timnya dan kebanggaan yang dirasakannya setelah memimpin Spanyol meraih gelar dunia kedua.

De la Fuente juga berbicara tentang kegembiraan yang dibawa oleh kesuksesan Piala Dunia kepada para pendukung, menegaskan bahwa melihat negara merayakan kemenangan berarti lebih berarti baginya daripada pencapaiannya sendiri.

Ia mengakui masih berusaha memahami besarnya kemenangan Spanyol, dan mengatakan ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk sepenuhnya menghargai apa yang telah dicapai tim.

“Ini adalah tema utama tim nasional,” kata De la Fuente.

“Kami benar-benar merasakannya, kami merasa seperti satu keluarga besar. Kami telah bersama selama 52 hari sejak kamp pelatihan di Las Rozas tanpa satu pun masalah, dan itu jauh melampaui profesionalisme semata, ada perasaan yang jauh lebih dalam di sana,” lanjutnya.

“Saya tidak tahu apakah ini kemenangan kedua atau apakah ini berada pada level yang sama. Yang membuat saya bahagia adalah melihat orang-orang bahagia, lebih dari diri saya sendiri. Melihat negara yang bersatu, mengetahui bahwa bersama-sama kita mencapai lebih banyak hal – itu bukan hanya ucapan saya sendiri, itu adalah sumber kebanggaan yang besar. Saya masih membutuhkan lebih banyak hari untuk memprosesnya, dan saya pikir saya mulai memahaminya,” tandasnya. (amr)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPJS Kesehatan: Lebih dari 71 Juta Anak Terlindungi JKN, Biaya Layanan Capai Rp25,32 Triliun
• 4 jam lalu
0
thumb
Warga Bekasi Kena Tipu Modus Sembako Murah, WhatsApp Mendadak Centang Satu lalu Pelaku Hilang
• 9 jam lalu
0
thumb
Formasi CPNS 2026 Masih Digodok, Pemerintah Lagi Hitung Ketersediaan Anggaran
• 9 jam lalu
0
thumb
Pramono Tertegun Lima Detik Lihat SDN Kebayoran Lama 09 yang Roboh, Minta Dibangun September 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Kabar Bahagia Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.