Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur membenarkan soal 4.400 pekerja dari berbagai daerah berpotensi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) berdasarkan data Disnakertransa Jatim.
Potensi PHK karyawan tersebut mayoritas disumbang oleh PT. Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin), yakni produsen kertas industri dan soda api yang berlokasi di Pungging, Mojokerto, Jawa Timur.
Emil mengkonfirmasi, bahwa PT Pakerin disebut ingin menghentikan operasional akibat konflik internal perusahaan.
“Nah ini perusahaan swasta murni dan kemudian keluarganya memutuskan tidak ingin melanjutkan karena konflik internal. Nah inilah yang kemudian akhirnya menelan korban pekerja-pekerjanya,” kata Emil dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).
Akibat konflik internal tersebut, pemerintah tidak memiliki wewenang untuk intervensi. Namun, Emil memastikan Pemprov Jatim akan terus mengawasi proses pemenuhan seluruh hak pekerja sesuai undang-undang.
“Yang kita kejar kewajiban dia nggak boleh dia kemudian pada para pekerjaannya tidak memenuhi hak-haknya. Itu yang penting,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jatim akan berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian supaya aset maupun bisnis Pakerin yang dapat dioperasikan agar dilanjutkan oleh investor baru. Sehingga dapat membuka kembali lapangan pekerjaan.
“Nah ini yang kita harap mungkin kita komunikasi dengan Kementerian Perindustrian, apa iya akan begitu saja tutup. Bagaimana dengan klien-klien yang selama ini ada, bagaimana dengan teknik-teknik produksi yang selama ini sudah dikembangkan kan sayang,” ujarnya.
Di sisi lain, Emil memastikan kondisi ekonomi Jawa Timur secara makro masih menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi maupun sektor manufaktur masih berada di atas rata-rata sehingga persoalan gejolak ketenagakerjaan yang terjadi merupakan suatu fenomena dari salah satu kasus.
“Pertumbuhan ekonomi baik, pertumbuhan sektor manufaktur juga baik. Pertumbuhan sektor manufaktur di atas rata-rata. Pertumbuhan agregat kita, artinya kan justru yang mengerek pertumbuhan naik adalah manufaktur,” katanya.
Emil juga menambahkan potensi PHK 4.400 pekerja tersebut merupakan data dari Disnakertrans Jatim yang nantinya menjadi dasar penyusunan mitigasi.
“Semalam saya langsung cek ke Pak Kadisnaker. Ada paparannya, kajiannya persis. Makanya saya tahu angka 4.400 tuh dari mana aja. 2.500 dari sini, 300 dari sini, 300 dari sini, 1.000 dari sini. Karena kita memang sedang memitigasi,” tandas Emil.(wld/iss)





Komentar (0)