HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menggelar Seminar Program Kerja di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai program literasi yang akan dilaksanakan selama masa KKN, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca di lingkungan desa.
Seminar tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Banggae, Sekretaris Camat Mangarabombang, jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, sejumlah tenaga pendidik dari sekolah-sekolah di Desa Banggae, serta warga setempat.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan delapan program kerja utama yang berfokus pada penguatan literasi. Program tersebut meliputi inventarisasi buku, pengelolaan perpustakaan, membaca nyaring, cerdas mengulas buku, proyek berbasis isi buku bacaan, menulis cerita berbasis isi buku, kunjungan literasi, dan Apresiasi Literasi Tingkat Desa. Selain itu, seluruh rangkaian kegiatan akan diperkuat melalui amplifikasi di media digital.
Berbagai program tersebut dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca dan kreativitas anak-anak melalui kegiatan yang menarik, interaktif, dan edukatif.
Tidak hanya menyasar peserta didik, KKN Tematik Literasi juga berfokus pada penguatan pengelolaan perpustakaan desa dan sekolah. Mahasiswa akan melakukan inventarisasi koleksi buku, penataan ruang perpustakaan, klasifikasi bahan bacaan, hingga pembuatan pojok baca yang nyaman dan ramah bagi anak-anak.
Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif serta memudahkan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan bahan bacaan yang tersedia.
Sementara itu, kegiatan literasi bagi anak-anak akan dilaksanakan melalui berbagai metode interaktif, seperti membaca nyaring, mengulas isi buku, membuat proyek berdasarkan bacaan, serta menulis cerita melalui pengembangan imajinasi. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan rasa percaya diri peserta.
Sebagai penutup rangkaian program, mahasiswa akan menyelenggarakan Apresiasi Literasi Tingkat Desa melalui berbagai kegiatan dan perlombaan, seperti membaca dongeng, membaca puisi, dan menulis cerita. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas partisipasi dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti berbagai aktivitas literasi selama program berlangsung.
Melalui pelaksanaan program kerja tersebut selama masa KKN, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan minat baca anak-anak, memperkuat budaya literasi di Desa Banggae, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar dan pengembangan pengetahuan.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi kegiatan sesaat selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat berkembang menjadi budaya yang terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Desa Banggae. (*)






Komentar (0)