Garap Cadangan Raksasa Geliga, Eni-Petronas Bakal Bangun FPSO Kedua USD 8 M

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan perusahaan patungan Eni dan Petronas, Searah, akan membangun Floating Storage Production and Offloading (FPSO) kedua untuk mengejar pengembangan proyek South Hub dan Sumur Geliga-1.

Searah menyatukan proyek gas raksasa Geng North dengan Indonesia Deepwater Development (IDD). Pengembangannya dibagi dua bagian, yaitu bagian utara (North Hub) Gehem-Geng North, dan bagian selatan (South Hub) Gendalo-Gandang di lepas pantai Kalimantan Timur.

Keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) kedua proyek sudah disetujui pada Maret 2026. Pengembangan South Hub Gendalo dan Gandang akan dilakukan pada kedalaman laut 1.000–1.800 meter dengan pengeboran 7 sumur produksi.

Sementara proyek North Hub mencakup pengeboran 16 sumur produksi di kedalaman 1.700–2.000 meter, yang akan terhubung ke FPSO baru bernama Bahtera Haluan Lestari (BHL), dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD), 80.000 barel kondensat per hari (BPD), dan kapasitas penyimpanan 1,4 juta barel.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, perusahaan akan membangun FPSO yang sama seperti Bahtera Haluan Lestari untuk proyek South Hub dan penemuan cadangan migas baru di Sumur Geliga-1, dengan nilai investasi sekitar USD 8 miliar.

"FPSO (BHL) ini untuk dua lapangan, North Hub dan Gehem. Nah, selanjutnya kita langsung juga akan membuat proyek yang sama, FEED yang sama, untuk penemuan cadangan gas di Geliga," jelasnya saat seremoni pemotongan baja pedana FPSO Bahtera Haluan Lestari di Kepulauan Riau, dikutip Jumat (24/7).

Adapun Eni baru saja mengumumkan penemuan cadangan migas raksasa di sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal Cekungan Kutai pada April 2026 lalu, dengan perkiraan sumber daya in-place sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) dan 300 juta barel kondensat.

Perusahaan sedang mengevaluasi opsi percepatan pengembangan untuk mengintegrasikan Sumur Geliga-1 dengan Lapangan Gula yang memiliki potensi gas sekitar 2 TCF, dengan tujuan menciptakan potensi pusat produksi ketiga di area tersebut untuk mendukung rantai nilai gas dan LNG.

"Jadi ini copy paste tapi investasinya karena kita sudah punya yang pertama yang ini, investasinya itu sekitar USD 7-8 miliar. Tetapi kapasitasnya tadi sebesar 5 TCF (triliun kaki kubik)," ungkap Djoko.

Dengan pembangunan FPSO kedua, maka Djoko menyebutkan total kapasitas pengolahan gas bumi dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Cekungan Kutai tersebut mencapai 3 BSCFD atau 3.000 MMSCFD.

"Total-totalnya nanti kalau sudah North Hub, South Hub, Gehem, dan Geliga, itu total bisa mencapai produksinya adalah 2.000 atau 3.000 MMSCFD. Kondensatnya sekitar 200.000 (BPD)," ungkap Djoko.

Adapun FPSO BHL baru dimulai pembangunannya pada Kamis (23/7) bersama kontraktor PT Saipem Indonesia di Kepulauan Riau. Total investasinya mencapai USD 2,9 miliar dengan panjang 350 meter, lebar 64 meter, tinggi 32 meter, dan bobot sekitar 147.000 metrik ton, menjadikannya sebagai salah satu FPSO terbesar di dunia.

Sementara itu, perusahaan menganalisis gabungan sumber daya Geliga dan Gula yang memiliki potensi kapasitas tambahan 1 BSCFD gas dan 80.000 BPD kondensat, membuka kemungkinan pembangunan pusat produksi ketiga di Cekungan Kutei dengan meniru konsep pengembangan proyek North Hub yang sedang berlangsung.

Selain FPSO BHL yang sedang dibangun, Eni saat ini sudah mengoperasikan Floating Production Unit (FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau, lepas pantai Cekungan Kutei, yang menghubungkan 10 sumur bawah laut.

Penemuan Geliga-1 terletak di Blok Ganal, yang dioperasikan oleh Eni dengan kepemilikan 82%, sementara Sinopec memegang 18%. Blok Ganal merupakan bagian dari portofolio 19 blok (14 di Indonesia dan 5 di Malaysia) yang dioperasikan Searah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Sia-Sia Perjuangan Yuslin Nursivin Dua Botha, Warga Sikka Akhirnya Nikmati Air Bersih
• 10 jam lalu
0
thumb
CIMB Niaga Raih Penghargaan Best SME Bank Indonesia 2026 dari Euromoney
• 5 jam lalu
0
thumb
Niat Hati Mau Kabur, Waria ini Justru Pilih Memanjat pohon Buat Hindari Kejaran Warga Viral
• 17 jam lalu
0
thumb
Satpam Bundaran HI Ungkap Alasan Bersujud ke Sopir Alphard: Saya Sudah Ketakutan
• 9 jam lalu
0
thumb
Ini Respons Purbaya Soal Keputusan Trump Kenakan Tarif RI 10 Persen
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.