Kembung setelah Minum Susu Sapi? Ini Bedanya Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Saat anak mengeluh perut kembung, sering buang angin, atau diare setelah minum susu sapi, banyak orang tua langsung mengira penyebabnya adalah alergi susu sapi. Padahal, belum tentu demikian.

Ada dua kondisi yang paling sering dikaitkan dengan keluhan setelah mengonsumsi susu sapi, yaitu intoleransi laktosa dan alergi susu sapi. Meski gejalanya bisa terlihat mirip, keduanya memiliki penyebab yang berbeda sehingga penanganannya pun tidak sama. Memahami perbedaan keduanya penting agar orang tua tidak salah mengambil keputusan, misalnya menghentikan konsumsi susu tanpa mengetahui penyebab sebenarnya.

Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Intoleransi laktosa adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup enzim laktase, yaitu enzim yang berfungsi memecah laktosa, atau gula alami yang terdapat dalam susu sapi dan produk olahannya.

Ketika laktosa tidak tercerna dengan baik di usus halus, laktosa akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri. Proses inilah yang dapat menimbulkan berbagai keluhan pada saluran pencernaan.

Gejala yang paling sering muncul antara lain:

Gejala biasanya muncul sekitar 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Tingkat keparahan gejala juga dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada jumlah laktosa yang dikonsumsi dan kemampuan tubuh menghasilkan enzim laktase.

Berbeda dengan Alergi Susu Sapi

Meski sama-sama terjadi setelah mengonsumsi susu, alergi susu sapi bukanlah gangguan pencernaan akibat gula susu.

Alergi susu sapi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi, seperti kasein atau whey. Karena melibatkan sistem imun, gejalanya tidak hanya menyerang saluran cerna, tetapi juga dapat mengenai kulit hingga sistem pernapasan.

Beberapa gejalanya antara lain:

Karena mekanismenya berbeda, anak dengan alergi susu sapi memerlukan penanganan yang berbeda pula dibandingkan anak yang mengalami intoleransi laktosa.

Kenapa Penting Membedakan Keduanya?

Menurut para peneliti dalam jurnal Nutrients, intoleransi laktosa dan alergi susu sapi sering kali tertukar karena memiliki beberapa gejala pencernaan yang serupa. Akibatnya, tidak sedikit anak menjalani pembatasan makanan yang sebenarnya tidak diperlukan atau justru mendapatkan penanganan yang kurang tepat.

Padahal, pada intoleransi laktosa, yang menjadi masalah adalah kandungan laktosa. Sementara itu, pada alergi susu sapi, pemicunya adalah protein susu.

Apakah Anak Harus Berhenti Minum Susu Sapi?

Tidak selalu, Moms.

American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa sebagian anak dengan intoleransi laktosa masih dapat mentoleransi sejumlah kecil laktosa, terutama bila dikonsumsi bersama makanan. Karena itu, tidak semua anak harus menghentikan konsumsi produk susu sapi sepenuhnya.

Namun, bila keluhan terus berulang setiap kali mengonsumsi susu sapi, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan. Dokter dapat melakukan evaluasi berdasarkan riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Susu sapi bebas laktosa dapat menjadi pilihan bagi anak dengan intoleransi laktosa. Susu sapi bebas laktosa tetap berasal dari 100% susu sapi segar, tetapi kandungan laktosanya telah dipecah menjadi gula yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh, terutama bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa.

Perlu diingat, susu sapi bebas laktosa bukan ditujukan untuk mengatasi alergi susu sapi. Sebab, produk ini masih mengandung protein susu sapi.

Salah satu pilihan yang tersedia adalah MilkLife Lactose Free, yaitu susu sapi bebas laktosa yang tetap terbuat dari 100% susu sapi segar dengan nutrisi yang setara dengan susu sapi biasa. Produk ini dapat menjadi alternatif bagi individu yang memiliki intoleransi laktosa, sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prediksi Formasi Mengerikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Justin Hubner Starter, Duet Marselino Ferdinan dan Beckham Putra
• 8 jam lalu
0
thumb
Buru-Buru, Alasan Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Pink Saat Ditahan
• 2 jam lalu
0
thumb
Jadwal Perempat Final China Open Hari Ini: Jonatan Main Pagi, Putri hingga Fajar/Fikri Sore Hari
• 19 jam lalu
0
thumb
Panitia Piala Presiden Elite 2026 Apresiasi Dukungan Imigrasi Indonesia dalam Kelancaran Kedatangan Tiga Klub Asia Tenggara
• 11 jam lalu
0
thumb
Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Tegaskan Komitmen Evaluasi Total Penanganan Perkara
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.