Program yang dilaksanakan bersama jaringan Main Dealer sepeda motor Honda dan Kepolisian Republik Indonesia ini bertujuan menanamkan budaya keselamatan sejak usia dini sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan pengguna jalan yang lebih tertib dan aman.
Program tersebut melibatkan 824 anak usia dini serta 1.349 pelajar sekolah dasar. Seluruh peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh instruktur safety riding Honda melalui metode interaktif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak agar lebih mudah dipahami.
Perusahaan menilai anak-anak pada rentang usia tersebut mulai aktif menjadi pengguna jalan, baik sebagai pejalan kaki, pesepeda, maupun penumpang sepeda motor. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan lalu lintas dinilai penting untuk diberikan sejak dini. Baca Juga:
Pilihan Mobil Sedan Bekas Harga Murah Rp50 Jutaan Materi Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas untuk Anak Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi dasar mengenai keselamatan berlalu lintas. Anak-anak diajarkan mengenali area berjalan kaki yang aman di jalan raya, teknik menyeberang yang benar, hingga cara melewati berbagai kondisi jalan dengan aman.
Selain itu, produsen sepeda motor untuk Honda itu juga memberikan edukasi mengenai tata tertib bersepeda di jalan umum, pengenalan rambu-rambu lalu lintas, serta posisi yang benar dan aman saat menjadi pembonceng sepeda motor.
Kolaborasi antara instruktur safety riding Honda dan Kepolisian Republik Indonesia juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan helm saat berkendara sepeda motor. Melalui materi tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami pentingnya memakai helm, tetapi juga mampu mengingatkan orang tua maupun anggota keluarga lainnya agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Salah satu guru pendamping dari TK Tisa Islamic School, Diyana Mayasari, menilai metode pembelajaran yang diterapkan membuat anak-anak lebih mudah memahami materi.
"Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka belajar sambil bermain sehingga lebih mudah memahami cara menyeberang, mengenal rambu lalu lintas, hingga pentingnya memakai helm saat naik sepeda motor. Kami berharap kebiasaan baik ini terus mereka terapkan di rumah maupun saat beraktivitas sehari-hari," ujar Diyana. Baca Juga:
Cara Menggunakan Adaptive Cruise Control di Mobil Mitsubishi AHM Edukasi Hampir 487 Ribu Orang pada Semester I 2026 Program edukasi keselamatan berkendara tidak hanya dilakukan dalam momentum Hari Anak Nasional. Sepanjang semester pertama 2026, AHM bersama jaringan sepeda motor Honda telah memberikan edukasi kepada 486.739 orang dari berbagai kelompok masyarakat.
Jumlah tersebut terdiri atas 10.341 anak usia prasekolah, 146.173 pelajar, 150.307 pekerja, dan 179.918 masyarakat umum.
Melalui berbagai program tersebut, AHM berupaya memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara dengan melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, hingga dunia usaha sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di Indonesia.
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan budaya keselamatan harus ditanamkan sejak dini, bukan ketika seseorang sudah menjadi pengendara.
"Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan beraktivitas dengan aman. Melalui edukasi keselamatan sejak usia dini, kami ingin menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bagian dari karakter mereka hingga dewasa. Bagi kami, membangun budaya keselamatan bukan hanya melahirkan pengguna jalan yang lebih tertib, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan bangsa melalui generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain," ujar Andy.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)






Komentar (0)