PKB Usung Prabowonomics dalam Harlah ke-28, Manuver Jelang Pemilu 2029?

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Konsep Prabowonomics yang digagas Presiden Prabowo Subianto mengemuka dalam Puncak Harlah Partai Kebangkitan Bangsa ke-28. Pengamat menilai ada manuver politik bahkan membuka kompetisi internal koalisi pendukung Prabowo menuju Pemilihan Umum 2029.

Puncak peringatan hari lahir PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026), diramaikan oleh para kader yang sebagian besar mengenakan kaos bertuliskan Prabowonomics. Tulisan itu berada di bawah logo Harlah Ke-28 PKB yang dipajang pada bagian depan kaos.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebut tulisan Prabowonomics di kaos para kader PKB itu menunjukkan kemandirian bangsa. “Sejak Pak Presiden ini (Prabowo), kita tidak mau didikte pasar. Kita mau pakai jalan sendiri. Apa itu? Konstitusi dan pola pikir ekonomi yang diyakini Pak Prabowo. Kita tulis itu Prabowonomics,” ungkap Muhaimin di sela kegiatan.

Presiden Prabowo yang memberikan pidato pada malam itu bahkan menyatakan dirinya terharu melihat para kader PKB mengenakan kaos “Prabowonomics”. Dia menganggap itu sebagai dukungan kepada arah baru ekonomi yang dia gagas.

Saudara memberi penghargaan yang luar biasa kepada saya. Ini ekonomi Pancasila, ini ekonomi konstitusi, ini ekonomi rakyat. Tapi saya merasa saya dihormati, jadi saya terima kasih dari hati yang paling dalam.

“Saudara memberi penghargaan yang luar biasa kepada saya. Ini ekonomi Pancasila, ini ekonomi konstitusi, ini ekonomi rakyat. Tapi saya merasa saya dihormati, jadi saya terima kasih dari hati yang paling dalam,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Baca JugaDPC PKB Se-Indonesia Dilantik di Kota Tua, Muhaimin Klaim Pemilihan lewat Musyawarah

Sementara itu Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, memandang adanya manuver politik dari PKB di dalam lingkaran koalisi pemerintahan Prabowo.

“PKB sedang mengambil posisi paling awal untuk mengidentifikasi diri sebagai partai yang paling identik dengan keberhasilan pemerintahan Prabowo. Saya menyebutnya sebagai perebutan political ownership atas Prabowonomics,” kata Arifki melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

PKB, kata Arifki, bukan sekadar mendukung Presiden Prabowo, tetapi berusaha menjadi partai yang paling melekat dengan keberhasilan pemerintahannya. “Siapa yang berhasil menguasai narasi itu, dialah yang memiliki peluang terbesar menjadi pewaris politik Prabowo pada 2029," ujar Arifki.

Menuju 2029

Oleh sebab itu, Arifki menilai Harlah ke-28 PKB tidak bisa dibaca hanya sebagai agenda seremonial partai. Pemilihan tema Prabowonomics menunjukkan PKB mempersiapkan dukungan terhadap Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2029.

“Kalau diperhatikan, yang sedang berlangsung sekarang bukan kompetisi antara koalisi pemerintah dan oposisi. Yang mulai terbentuk justru kompetisi di dalam tubuh koalisi sendiri. Semua tokoh mulai membangun posisi tawarnya di hadapan Presiden Prabowo, dan PKB menjadi salah satu yang bergerak paling awal,” kata Arifki.

Baca JugaGagasan Ekonomi Prabowo Dibukukan dalam ”Prabowonomics”

Dengan tampilnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai pendukung paling vokal terhadap agenda ekonomi pemerintahan, Arifki melihat PKB ingin memperkuat daya tawar kepada Prabowo. Muhaimin sedang membangun argumen politik bahwa dia layak dipertimbangkan sebagai pendamping Prabowo pada Pilpres 2029.

“Ini bukan soal deklarasi dukungan, melainkan investasi politik. PKB ingin menciptakan persepsi bahwa ketika Prabowo sukses, ada PKB yang ikut menjaga, mengawal, bahkan menjual gagasan Prabowonomics kepada publik,” papar Arifki.

Namun ini tidak hanya sekadar kursi Cawapres. Menurut Arifki, setiap partai yang bergabung bersama Presiden Prabowo dalam Koalisi Indonesia Maju Plus berlomba menunjukkan kontribusi politik yang paling besar terhadap keberhasilan pemerintahan.

“(Hal) Yang sedang diperebutkan adalah siapa yang paling berhak mengklaim keberhasilan pemerintahan Prabowo selain Gerindra. PKB tampaknya ingin menjadi partai pertama yang mengamankan posisi itu. Ini tentu jadi kode keras bagi partai lain, bahwa persaingan menuju 2029 sudah dimulai,” kata Arifki.

Baca JugaHarlah Ke-28 PKB, Presiden Prabowo: Semua Partai Koalisi Senapas dengan Saya

Muhaimin Iskandar juga dengan jelas menegaskan dukungannya terhadap Presiden Prabowo. Dalam pidato di acara Harlah, dia menyatakan PKB menyaksikan Prabowo menyejajarkan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta keadilan. 

“Inilah yang menjadi komitmen kesungguhan kita untuk kita tindak lanjuti dengan menyempurnakan semua langkah-langkah sebagai bagian dari penyempurnaan arah kemandirian ekonomi kita. Komitmen ini, Bapak Presiden, muncul dari hati kami yang paling dalam,” ungkap Muhaimin.

Dukungan ini, kata Muhaimin, juga akan berlangsung pada kontestasi Pilpres 2029. “Pastilah (dukungan Prabowo 2029), itu sudah jadi komitmen, kalau Presiden itu biasanya butuh waktu dua periode untuk memimpin,” ujar Muhaimin di sela kegiatan.



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Geledah Rumah Mewah di Manado, Kejati Sulut Sita Emas hingga Uang Rp18 Miliar
• 5 jam lalu
0
thumb
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Lewat DSI: Untuk Kepentingan Rakyat
• 17 jam lalu
0
thumb
Polisi Tetapkan Suami Guru SD di Tanjung Balai Tersangka Pencabulan Anak
• 20 jam lalu
0
thumb
Prabowo Pimpin Ratas Selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
• 19 jam lalu
0
thumb
Registrasi Biometrik Pangkas Aktivasi Simcard, Nomor HP Bodong Mulai Hilang
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.