Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah isu rumah Sarwendah didatangi 15 orang debt collector. Minola mengaku ia bahkan telah mengonfirmasi langsung isu tersebut ke pihak bank.
"Pihak sana (Sarwendah) bilang ada debt collector hilir-mudik 15 orang seperti Paskibraka. Kami tanya ke banknya, ini ada chat-nya. Pihak BCA bilang, 'Pagi Bang, sejauh ini dari tim enggak ada ngirim debt collector'," ujar Minola saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).
Minola juga meluruskan status rumah di Cilandak yang disebut akan segera dilelang. Ia mengungkapkan, status kreditnya sedang "tidak lancar" dan proses lelang saat ini belum masuk dalam tahapan resmi bank.
"Kami tanya bagian penagihan, statusnya lagi proses penyelesaian. Artinya masih terbuka negosiasi restrukturisasi, jadi masih belum masuk dalam daftar lelang. Jadi kalau S bilang nggak tahu soal agunan itu nggak bener, karena harus ada tanda tangan istri," jelasnya.
Terkait aksi Sarwendah yang pindah rumah diam-diam tanpa memberi tahu Ruben, Minola memberikan penjelasan. Ia menyebut, informasi yang disampaikan Sarwendah melalui pesan singkat itu memang tak pernah sampai ke Ruben.
"Kuasa hukum S menghubungi saya 'kok masuk centang satu?'. Ruben sudah ngomong, nomor itu tidak digunakan lagi. Ada nomor baru, anak-anak tahu. Kenapa dikirim ke nomor itu saja? Kalau niatnya baik kan harusnya ke semua nomor yang dia tahu," beber Minola.
Minola mengaku heran mengapa Sarwendah seolah mencari pembenaran melalui bukti chat di nomor yang tidak aktif. Padahal secara logika, proses pindah rumah tentu memakan waktu lama dan bisa dikomunikasikan dengan cara lain.
"Faktanya perpindahan itu kan tidak sehari langsung pindah, nyiapin barang-barang kan juga lama. Kami taunya setelah masyarakat se-Indonesia tahu dia pindah. Salah nggak kalau kami bilang kami memang nggak tahu?" tuturnya.
Minola turut menyinggung soal perlindungan terhadap mental anak-anak Ruben. Ia meminta agar anak-anak tidak dijadikan alat untuk menyandera kepentingan tertentu, apalagi dengan memberikan informasi yang dianggapnya menyesatkan.
"Jangan dibilang nangis kalau melihat ibunya dipojokkan, tapi nggak nangis ketika ayahnya dimaki-maki sebelum ibunya dipojokkan karena kami mengungkap fakta. Bagaimana cara ibunya mendidik kalau anaknya hanya dapat informasi sepihak," kata Minola.
Menurut Minola, Ruben tidak pernah berniat untuk membatasi ruang gerak Sarwendah. Hanya saja sebagai ayah, Ruben jelas menyayangkan sikap mantan istri itu yang dianggap sering melakukan playing victim di media sosial.
“Jangan kita playing victim. Kasihan Ruben. Dia tidak ingin menjatuhkan siapa pun, tapi kalau dia terus disepertiitukan, ya mana perinciannya, ayo diskusi. Jangan buru-buru bilang Ruben tidak beri nafkah," pungkasnya.






Komentar (0)