Harga Emas Berpeluang Lanjutkan Koreksi, Simak Prospeknya

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Dupoin Futures menilai peluang koreksi masih lebih dominan karena kombinasi sinyal teknikal yang melemah dan sentimen fundamental yang mendukung penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan harga emas pada grafik harian (daily time frame) kembali memasuki fase secondary trend bearish setelah terbentuk pola Bearish Engulfing di area resistance. Pola tersebut mengindikasikan tekanan jual mulai kembali mendominasi pasar setelah reli sebelumnya gagal berlanjut.

"Selama harga masih bergerak di bawah level resistance USD4.125, peluang pelemahan masih menjadi skenario utama pada pekan depan," ungkap Geraldo dalam risetnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Dupoin Futures memperkirakan level USD3.996 menjadi area support pertama yang akan diuji pasar. Level tersebut dinilai krusial untuk menentukan apakah koreksi masih bersifat terbatas atau berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam.

Apabila tekanan jual mampu menembus level tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area USD3.942 yang menjadi target support berikutnya berdasarkan struktur teknikal saat ini. Meski demikian, Geraldo mengingatkan potensi technical rebound tetap perlu diantisipasi.

Indikator Stochastic saat ini bergerak menuju area oversold atau jenuh jual. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya kenaikan sementara akibat aksi short covering maupun profit taking oleh pelaku pasar. Namun, Dupoin Futures menilai potensi rebound tersebut belum cukup kuat untuk mengubah tren utama.

"Selama belum ada konfirmasi teknikal berupa breakout di atas level resistance atau terbentuk pola pembalikan arah (reversal) yang valid, setiap kenaikan masih berpotensi menjadi koreksi sementara sebelum tekanan jual kembali mendominasi," tutur dia.
 

Baca Juga :

Harga Emas Jeblok 2% di Tengah Keperkasaan Dolar dan Minyak


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
  Dolar AS dan The Fed masih jadi penentu
Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas pekan depan diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan fundamental global. Dupoin Futures menilai perhatian investor akan tertuju pada pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield), serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Apabila dolar AS tetap menguat dan imbal hasil obligasi bertahan di level tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) berpotensi menurun. Dalam kondisi tersebut, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.

Sementara di sisi lain, sejumlah agenda ekonomi AS diperkirakan menjadi katalis utama yang memengaruhi arah pergerakan emas sepanjang pekan depan. Investor akan mencermati data inflasi, perkembangan pasar tenaga kerja, serta indikator aktivitas ekonomi yang berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

Dupoin Futures menilai apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan kinerja yang solid, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Skenario tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus membatasi ruang kenaikan harga emas.

"Sebaliknya, apabila data ekonomi mulai menunjukkan perlambatan atau inflasi lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi penurunan suku bunga dapat kembali meningkat," papar Geraldo.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi melemahkan dolar AS dan menjadi sentimen positif bagi harga emas, terutama apabila diikuti meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik global.
  Geopolitik tetap jadi faktor risiko
Dupoin Futures juga menilai perkembangan geopolitik global masih menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar. Meningkatnya ketegangan internasional atau memburuknya kondisi ekonomi global berpotensi mendorong arus dana kembali masuk ke aset lindung nilai seperti emas sehingga dapat membatasi tekanan penurunan harga.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berada dalam tren bearish sepanjang resistance USD4.125 belum berhasil ditembus. Peluang pelemahan menuju area support USD3.996 hingga USD3.942 dinilai masih lebih besar.

"Namun, investor tetap disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS, arah kebijakan The Fed, serta dinamika geopolitik global karena faktor-faktor tersebut berpotensi mengubah sentimen pasar dalam beberapa sesi perdagangan mendatang," tutup Geraldo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabur dari Rombongan Wisata di Korsel, WNI Asal Madiun Kini Berstatus Overstay
• 15 jam lalu
0
thumb
Wagub Fatmawati Rusdi: Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting di Parepare
• 20 jam lalu
0
thumb
Jangan Terkecoh! Tubuh Kurus Ternyata Tak Menjamin Bebas Penyakit Jantung
• 11 jam lalu
0
thumb
[FULL] Polemik TNI & Polri Ikut Awasi Wajib Pajak, Apa Urgensinya? Ini Kata Guru Besar FEB UI
• 23 jam lalu
0
thumb
Mobil Bensin Bakal Tamat, Tandanya Sudah Muncul di Mana-Mana
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.