Benarkah mewarnai rambut tingkatkan risiko kanker? Ini penjelasannya

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Mewarnai rambut menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, baik untuk menutupi uban maupun mengikuti tren. Namun, muncul pertanyaan apakah penggunaan cat rambut dapat meningkatkan risiko kanker.

Sejumlah penelitian telah mengkaji hubungan antara pewarna rambut dan risiko kanker. Hingga saat ini, bukti ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan pewarna rambut untuk keperluan pribadi belum dapat dipastikan menyebabkan kanker, meski beberapa penelitian menemukan kemungkinan peningkatan risiko pada jenis kanker tertentu dan kelompok pengguna tertentu.

Apakah pewarna rambut menyebabkan kanker?

Berdasarkan kajian dari National Cancer Institute (NCI), hasil penelitian mengenai hubungan pewarna rambut dengan kanker masih belum konsisten.

Sebagian besar studi tidak menemukan peningkatan risiko kanker yang jelas pada orang yang menggunakan pewarna rambut untuk keperluan pribadi, sementara beberapa penelitian melaporkan adanya kemungkinan peningkatan risiko pada jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara atau limfoma non-Hodgkin, terutama pada penggunaan jangka panjang atau produk tertentu.

Baca juga: Kandungan metal sebabkan pewarnaan rambut tak sesuai ekspektasi

Baca juga: Cara mengecat rambut sendiri di rumah

Sementara itu, International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa penggunaan pewarna rambut secara pribadi belum dapat diklasifikasikan sebagai penyebab kanker pada manusia karena bukti ilmiahnya belum memadai.

Mengapa muncul kekhawatiran?

Kekhawatiran muncul karena formulasi pewarna rambut pada masa lalu mengandung beberapa bahan kimia yang diketahui bersifat karsinogenik.

Sejak akhir 1970-an, produsen telah mengubah komposisi banyak produk pewarna rambut permanen dengan menghilangkan sejumlah bahan yang dianggap berisiko. Meski demikian, penelitian terhadap formulasi modern masih terus dilakukan.

Siapa yang memiliki risiko lebih tinggi?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penata rambut (hairdresser) dan tukang cukur yang terpapar bahan kimia pewarna rambut setiap hari selama bertahun-tahun memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa jenis kanker, khususnya kanker kandung kemih, dibandingkan masyarakat umum.

Karena paparan yang terjadi bersifat berulang dan berlangsung dalam jangka panjang, IARC menggolongkan paparan di tempat kerja bagi penata rambut dan tukang cukur sebagai "kemungkinan bersifat karsinogenik bagi manusia" (probably carcinogenic to humans). Penilaian ini berbeda dengan penggunaan pewarna rambut oleh konsumen untuk kebutuhan pribadi.

Cara menggunakan pewarna rambut dengan lebih aman

Untuk mengurangi paparan bahan kimia, pengguna dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan produk.
  • Gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna rambut.
  • Hindari membiarkan pewarna rambut lebih lama dari waktu yang dianjurkan.
  • Bilas rambut hingga bersih setelah proses pewarnaan selesai.
  • Lakukan uji alergi (patch test) sebelum menggunakan produk baru.
  • Gunakan produk yang telah memiliki izin edar dari otoritas terkait.

Bagi penata rambut profesional, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan serta memastikan sirkulasi udara yang baik di tempat kerja juga dianjurkan untuk mengurangi paparan bahan kimia.

Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia saat ini, belum ada bukti yang meyakinkan bahwa mewarnai rambut untuk penggunaan pribadi secara langsung meningkatkan risiko kanker. Meski demikian, beberapa penelitian masih menemukan kemungkinan hubungan pada kondisi tertentu sehingga riset terus dilakukan.

Sementara itu, risiko paparan yang lebih tinggi ditemukan pada pekerja salon atau profesi lain yang menggunakan bahan pewarna rambut secara rutin dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan produk sesuai petunjuk dan penerapan langkah-langkah keselamatan tetap dianjurkan untuk meminimalkan risiko.

Baca juga: Hukum menyamarkan rambut uban dengan pewarna hitam dalam Islam

Baca juga: Benarkah mencuci rambut setelah diwarnai bikin cepat pudar?

Baca juga: Tips ideal mewarnai rambut agar tak cepat rusak


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
John Herdman Ubah Rencana, Timnas Indonesia Akan Bawa 26 Pemain ke Piala AFF 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Sempat 30 Cm Usai Hujan, Kini Balik Lagi 0 Cm
• 21 jam lalu
0
thumb
Iran Bantah Keberadaan Situs Nuklir Rahasia di Gunung Pickaxe
• 23 jam lalu
0
thumb
Warga Bantul yang Rumahnya Diduga Dirusak Debt Collector Lapor Polisi
• 21 jam lalu
0
thumb
Jalan di Tangerang Rusak bak "Ketiban Meteor" Kerap Makan Korban
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.