Warga Bantul yang Rumahnya Diduga Dirusak Debt Collector Lapor Polisi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Yusuf Wahyudi (37) warga Jeblog, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul yang rumahnya dirusak oleh sejumlah orang diduga merupakan penagih utang atau debt collector (DC) melaporkan peristiwa ini ke polisi.

"Malam tadi didatangi (petugas) Polda, Polsek juga. Kedatangan dari Polda itu meminta keterangan. Saya diminta untuk membuat laporan, akhirnya saya membuat laporan malam tadi ke Polres Bantul," kata Yusuf, Kamis (23/7).

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto juga membenarkan korban telah resmi melaporkan peristiwa tersebut.

"Korban saat ini sudah membuat laporan resmi ke Polres Bantul. Laporan tersebut sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku," kata Rita, Kamis (23/7).

Rita mengatakan, setelah kejadian, polisi langsung mendatangi lokasi peristiwa.

"Begitu menerima laporan adanya keributan di lokasi, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Kehadiran anggota saat itu bertujuan untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin berkembang dan memastikan kondisi keamanan masyarakat tetap kondusif," kata Rita.

Lanjut Rita, polisi berkomitmen menyelidiki kasus ini secara profesional dan objektif.

"Kami mengedepankan asas profesionalitas, objektivitas, dan akan mendalami seluruh fakta yang ada. Semua pihak yang berkaitan dengan peristiwa ini akan dimintai keterangan," tegasnya.

Duduk Perkara

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (21/7) malam. Belasan orang datang dengan empat mobil dan beberapa sepeda motor. Yusuf mengatakan di antara dari mereka bahkan membawa senjata tajam. Akibat peristiwa ini lemari etalase milik ibu Yusuf yang digunakan untuk berjualan dan dua lemari rusak.

Pantauan kumparan di lokasi sejumlah batu sisa keributan juga masih ada di dalam rumah dan di dalam lemari etalase.

Yusuf bercerita peristiwa ini bermula pada Selasa (21/7) siang. Saat itu dia menerima telepon dari kakak perempuannya yang mengaku dibentak-bentak DC di rumahnya di Gamping, Kabupaten Sleman.

"Kakak saya kan bilang dibentak-bentak gitu. Nah, saya kan langsung ke sana. Ke sana, nggak tahu itu urusannya itu mobil pelatnya berapa saya kan nggak tahu. Yang penting kan saya, ya masak kakak saya wanita digetak-getak saya kan ya juga emosi gitu kan," kata Yusuf.

Yusuf kemudian ke tempat kakaknya. Lalu, mobil Toyota Rush milik kakaknya dibawa saudara ke tempat yang aman.

Yusuf mengatakan mobil itu tidak dibawa lari tetapi semata-mata dirinya takut mobil yang diketahui telat delapan bulan itu ditarik. Kakak Yusuf, menurut Yusuf juga telah berkomitmen menyelesaikan tunggakan esok hari. Terlebih uang mobil itu mencapai Rp 50 juta dan sudah diangsur sekitar 15 kali.

"Maksudnya dibawa itu tidak bawa-bawa lari. Takutnya ditarik gitu toh. Wong besok kan mau diurus gitu," katanya.

Setelah itu, Yusuf pulang ke rumahnya di Kasihan. Namun, sekitar waktu Magrib, sejumlah orang mendatangi rumahnya.

"Nantang-nantang saya. Dikira saya yang backup dikira saya yang gimana," katanya.

Saat itu menurut Yusuf telah terjadi mediasi. Rombongan ini meminta "BT" atau uang makan sebesar Rp 25 juta. Saat mediasi itu Yusuf juga ditemani sejumlah rekannya, dan menyarankan untuk negosiasi.

"Dinego tetapi baru nego-negoan saya diserang," katanya.

Yusuf mengatakan salah satu di antara orang tersebut membawa celurit. Yusuf pun takut dan lari ke dalam rumah. Saat itu di rumah juga tengah ada orang tua dan anak Yusuf yang masih berusia empat tahun.

"Ngoyak (kejar saya). Mamak (ibu saya) semaput (pingsan). Anak saya gendong, saya lewat belakang (rumah kabur). Tapi saya dengar 'dar der dar der, pyar pyar' (suara kaca pecah)," katanya.

Ketika Yusuf kembali ke rumah pagi harinya, dia menjumpai sudah ada beberapa kerusakan. Sebuah sepeda motor Vario juga sempat dibawa paksa rombongan ini, tetapi lalu dikembalikan.

Akibat peristiwa ini anaknya dan orang tua juga mengalami trauma.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Unggah Foto Bersama, Kapolri Tekankan Pentingnya Sinergitas TNI, Polri, dan Kejaksaan Jaga Stabilitas Keamanan
• 21 jam lalu
0
thumb
Sikap Dasco soal RUU Perampasan Aset Dinilai Jawab Keraguan Publik
• 20 jam lalu
0
thumb
Cekcok Sekuriti dan Pengemudi Alphard Usai Terobos Lampu Merah Berujung Damai
• 11 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Bungkam Soal Kematian Keponakannya Rocky Napitupulu, Padahal Sempat Melaporkannya ke Polda Metro
• 7 jam lalu
0
thumb
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Kapal Basarnas di Muara Baru Jakut
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.