Surga Tersembunyi Itu Bernama Lemelu

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Di bagian selatan Pulau Peling, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, tersembunyi sebuah danau yang seolah memiliki denyutnya sendiri. Dari kejauhan, hamparan air berwarna hijau kebiruan tampak tenang di tengah lekuk perbukitan. Permukaannya memantulkan warna langit yang berubah-ubah sepanjang hari, menghadirkan pemandangan yang tak pernah benar-benar sama.

Itulah Lemelu, danau yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan keunikan yang membuatnya berbeda dari kebanyakan danau di Indonesia. Kondisi danau yang berada di Kecamatan Buko Selatan itu tak pernah benar-benar sama. Dalam rentang waktu sekitar enam bulan, wajah danau dapat berubah drastis mengikuti siklus alamnya.

Keindahan Danau Lemelu saat air surut.

(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Bebatuan serupa karang yang menghiasi Danau Lemelu.

(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Pengunjung menyusuri bebatuan Danau Lemelu.

(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Ketika musim hujan tiba, air memenuhi cekungan lembah hingga membentuk danau yang luas. Namun, saat musim berganti, permukaan air perlahan menyusut. Dasar danau yang sebelumnya tersembunyi mulai menampakkan diri, menghadirkan hamparan rumput hijau yang membentang di antara batu-batu alami.

Perubahan itu yang membuat Danau Lemelu kerap dijuluki sebagai danau musiman. Pengunjung yang datang pada waktu berbeda dapat memperoleh pengalaman yang berlainan. Sebagian menyaksikan permukaan danau yang berkilau diterpa cahaya matahari, sementara yang lain mendapati lembah hijau dengan sungai kecil yang membelahnya.

Keunikan itu kian diperkaya oleh bentang geologinya. Di bagian tengah danau, tersusun batuan yang menyerupai karang dan tampak muncul dari dasar perairan. Ketika air surut, susunan batu tersebut terlihat semakin jelas, menghadirkan lanskap yang menyerupai taman batu alami.

Suasana terasa lengang ketika Rini Andriani menyusuri setiap lekukan danau, Sabtu (11/7/2026) sore. Bersama rombongan anggota lembaga swadaya masyarakat dari Palu, Sulawesi Tengah, dan Jakarta, ia tak henti mengabadikan keindahan Danau Lemelu. Sesekali, ia berdiri di atas batu, kemudian meminta teman-teman lain mengabadikan momen itu.

”Kami sudah mendatangi beberapa lokasi di daerah ini untuk proyek dokumentasi komunitas adat. Banyak tempat indah seperti ini. Ada yang tersembunyi dan tampaknya masih jarang dikunjungi,” ujar Rini.

Bebatuan serupa karang yang eksotis.

(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Ikan-ikan berenang di air danau yang jernih.

(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Keindahan bebatuan dan hamparan rumput.

(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)

Hingga kini, belum banyak bangunan ataupun aktivitas wisata yang mengubah karakter alam kawasan itu. Sesekali, yang terdengar hanyalah kicau burung, desir angin, dan gemercik air yang mengalir menuju dua air terjun kecil di ujung lembah.

Danau Lemelu memang belum setenar destinasi wisata lain di Banggai Kepulauan, seperti Paisu Pok. Namun, justru di situ letak pesonanya. Alamnya masih terjaga. Kondisi danau yang terus berubah mengikuti musim membuat setiap kunjungan menawarkan pengalaman yang berbeda. Di tempat ini, perubahan bukanlah sesuatu yang dihindari, melainkan bagian dari keindahan yang terus berulang.

Baca JugaMenjaga Osan, Awal Peradaban Banggai Kepulauan
Baca JugaMemahami Wawonii dalam Perjalanan Menuju Banda
Baca JugaTerpukau Elok Danau Paisu Pok


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Said Iqbal: Dua Pabrik Garmen di Jateng Terancam PHK 1.470 Buruh
• 23 jam lalu
0
thumb
Pengabdian dan Kepemimpinan AM Putranto Diganjar Penghargaan Warga Kehormatan Marga Tho Makassar
• 3 jam lalu
0
thumb
North Hub Serap Lebih dari 80 Ribu Tenaga Kerja Indonesia
• 5 jam lalu
0
thumb
Disorot Tajam Publik, Aparat Didesak Ungkap Seutuhnya Dugaan Kasus TPPU dan Korupsi Eks Jampidsus
• 14 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Ungkap Ada Pihak yang Minta Dia Bertahan Jadi Pengacara Febrie, Siapa?
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.