North Hub Serap Lebih dari 80 Ribu Tenaga Kerja Indonesia

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proyek North Hub Development Selat Makassar diproyeksikan menyerap lebih dari 80 ribu tenaga kerja Indonesia pada puncak pelaksanaannya. Proyek pengembangan gas laut dalam tersebut juga menjadi salah satu penggerak utama aktivitas industri fabrikasi migas di Batam, Bintan, dan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Chief Executive Officer Searah North Ganal Mirko Araldi mengatakan proyek ini akan melibatkan jumlah kontraktor lokal yang memecahkan rekor. Selain penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, fabrikasi dan integrasi modul topside seberat 41 ribu metrik ton diperkirakan membutuhkan sekitar 35 juta jam kerja.

"Proyek ini akan melibatkan jumlah kontraktor lokal yang memecahkan rekor, dengan puncak penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 80.000 pekerja di Indonesia," kata Mirko dalam seremoni first steel cutting FPSO Bahtera Haluan Lestari (BHL), Kamis (23/7/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menambahkan pengembangan North Hub membuka sekitar 8.000 lapangan kerja baru, khususnya bagi masyarakat lokal. Menurut dia, proyek strategis nasional ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyambut positif besarnya serapan tenaga kerja dari proyek tersebut. Ia menyebut dampaknya akan dirasakan di tiga kabupaten/kota, yakni Kota Batam, Bintan, dan Tanjung Balai Karimun.

"Ya, terima kasih terkait dengan serapan tenaga kerja. Ini sangat luar biasa maka kami mengucapkan terima kasih. Ini melaksanakan mengawal Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dan terima kasih juga kepada Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas, dan dari Dirjen ESDM yang sangat luar biasa memberikan kontribusi untuk investasi di Provinsi Kepulauan Riau," kata Nyanyang.

Ia menegaskan pemerintah daerah bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Balai Karimun akan menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan investasi. Pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja akan dilakukan secara rutin agar kompetensi pekerja lokal dapat memenuhi kebutuhan industri.

"Maka dari itu kami dengan Pak Bupati Tanjung Balai Karimun kita akan mempersiapkan bagaimana investasi terkait dengan sumber daya manusia yang disesuaikan dengan kebutuhan daripada investasi tersebut. Investasi tinggi dan kami juga akan mempersiapkan manpower atau tenaga kerja yang tinggi juga," ujar Nyanyang.

Menurut Nyanyang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar pelatihan setiap bulan yang disesuaikan dengan kompetensi, sertifikasi, dan kebutuhan masing-masing investasi. Ia juga menyebut realisasi investasi yang masuk ke Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan kedua mencapai sekitar 44 miliar dolar AS.

North Hub Development Project Selat Makassar merupakan proyek pengembangan terintegrasi Lapangan Geng North dan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek ini mencakup pembangunan 16 sumur pengembangan, sistem produksi bawah laut, FPSO, pipa ekspor gas 32 inci, hingga fasilitas penerima gas di Terminal Santan, dengan target produksi perdana pada 2028.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lionel Messi Tunda Pensiun dari Timnas Argentina
• 37 menit lalu
0
thumb
Terjerat Utang, PNS di Cirebon Bunuh Tetangga Pakai Obeng demi Curi Perhiasan
• 18 jam lalu
0
thumb
Anggota DPD Dukung Prabowo Langsung Tunjuk Sudaryono Kepala BGN: Beliau Pas
• 23 jam lalu
0
thumb
Kejagung Terbitkan Sprindik TPPU Baru, Febrie Adriansyah Diperiksa sebagai Saksi
• 37 menit lalu
0
thumb
Ijtima Ulama Suarakan Pembenahan dan Perubahan Kepemimpinan PBNU
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.