JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengacara Hotman Paris Hutapea menyebut perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menjadi "dream case" bagi banyak advokat.
Menurut Hotman, setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum Febrie, ia menerima ratusan pesan dari sesama pengacara yang menyatakan kesediaan menggantikan posisinya.
"Di WA (WhatsApp) saya sudah masuk ratusan pesan dari pengacara yang bilang, 'Saudara, aku dong digantiin.' Bagi semua pengacara lain, kasus besar seperti ini adalah apa yang di Amerika disebut sebagai The Dream Case," kata Hotman kepada wartawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum bertolak ke Singapura, Jumat (24/7/2026).
Menurut Hotman, minat tersebut muncul karena perkara besar dinilai menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi seorang advokat untuk menunjukkan kemampuan profesionalnya dalam menangani perkara yang menyita perhatian publik.
Baca Juga: Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah pada Hari Ini
Sebelumnya, Hotman mengumumkan mundur sebagai kuasa hukum Febrie dengan alasan ingin fokus menjalani pemulihan setelah operasi saraf.
Ia mengaku masih merasakan nyeri pada bekas operasi sehingga harus kembali menjalani pemeriksaan di Singapura.
Hotman mengatakan, sebelum pengunduran dirinya diumumkan, Febrie sempat memintanya menunda keputusan tersebut selama beberapa pekan.
Namun, ia tetap memilih mundur karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk terus mendampingi proses hukum.
"Dia benar-benar meminta, 'Tolonglah jangan, jangan dulu cepat-cepat. Minimum beberapa minggu lagi," ujar Hotman.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Hotman Paris
- Febrie Adriansyah
- pengacara
- dream case
- kasus korupsi
- TPPU






Komentar (0)