Prananda Surya Paloh Tanggapi Dinasti Politik hingga Meritokrasi Partai

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh menegaskan tidak terpengaruh dan terganggu terhadap isu dinasti politik yang kerap disematkan kepadanya. Untuk mencapai posisi saat ini, Prananda juga melewati serangkaian proses.

"Kalau dengan dinasti politik sih saya tidak terlalu terganggu. Dengan nama besar bapak saya (Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh), iya terganggu. Tetapi untung saya mempunyai bapak yang sangat pengertian, sangat bijak, sangat sabar, dan sangat baik," kata Prananda, dalam program Metro Siang Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026.

Prananda sadar dirinya membawa nama keluarga besar yang cukup tersohor di Indonesia. Terlebih, dia merupakan anak laki-laki satu-satunya. Banyak yang beranggapan Prananda bisa mendapatkan segala sesuatu dengan sangat mudah.

"Satu sisi orang pasti menganggap 'wah dimanja', 'enak nih mau apa segala macamnya', sebetulnya tidak juga. Kalau saya sih melihat sebagai beban tanggung jawab dan moral saya untuk memperjuangkan dan terus mempertahankan nama baik keluarga," tutur Prananda.

Surya Paloh, kata Prananda, selalu memberikan kebebasan kepadanya. Jalan hidup yang dipilih Prananda bukan karena paksaan kehendak Surya Paloh.
 

Baca Juga :

Prananda Surya Paloh Siapkan Wajah Baru Garda Pemuda NasDem


"(Surya Paloh) selalu bilang, kalau memang mau jadi apa pun, jadilah, silakan. Tetapi jadilah yang terbaik dalam versi dirimu," ungkapnya.

Posisi Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem secara otomatis membuat dirinya bagian dari partai tersebut. Bahkan dirinya termasuk salah satu pengurus. Namun bukan berarti Prananda langsung mendapatkan posisi terbaik tanpa proses.

Prananda menceritakan, awalnya dia memulai dari kader Liga Mahasiswa. Setelah itu menjadi anggota Garda Pemuda NasDem, Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Ketua DPP Bidang Olahraga, hingga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu).

"Memang dinasti politiknya, oke memang ada. Tetapi tidak dominan. Katakanlah mungkin 10-15 persen dinasti ini, tetapi 75 persen meritokrasi dan kerja keras," kata Prananda.

Oleh sebab itu, Prananda menilai tuduhan dinasti politik tidak sepenuhnya tepat. Pada faktanya, semua anggota Partai NasDem, termasuk dirinya, sama-sama bekerja keras membangun partai.

"Saya rasa yang dibangun oleh keluarga besar Partai NasDem, yang dibangun oleh kami, adalah meritokrasi. Siapa yang memang berhak, dia memang pantas mendapatkan jabatan itu," ucap Prananda.

Selengkapnya wawancara dengan Prananda Surya Paloh dapat dilihat dalam video di atas.







Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemensos Masih Dalami Skema Penyaluran Bansos Lewat Kopdes
• 3 menit lalu
0
thumb
Jakarta Mau Terbitkan Surat Utang Rp3,5 T, Ini Kata Purbaya
• 9 jam lalu
0
thumb
Ledakan Rumah di Medan, Benarkah karena Kebocoran Gas?
• 22 jam lalu
0
thumb
AI, "Minyak Baru" yang Akan Menentukan Masa Depan Indonesia
• 4 jam lalu
0
thumb
Nicolas Otamendi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Usai Piala Dunia 2026
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.