Majalengka: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Sebanyak 12 kejadian kebakaran lahan seluas 10,85 hektare telah tercatat terjadi pada periode 12-21 Juli 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengatakan peningkatan kejadian tersebut menjadi dasar bagi pihaknya untuk mengintensifkan edukasi. Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," kata Agus di Majalengka, Kamis, 23 Juli 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Karhutla di Kapuas Capai 305 Hektare, 22 Hotspot TerpantauMasyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap kepada pemerintah desa, kecamatan, petugas pemadam kebakaran, maupun BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurutnya, BPBD menyiagakan personel selama 24 jam untuk memantau potensi titik panas (hotspot) sekaligus memberikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran. Kondisi cuaca kering yang disertai angin kencang selama musim kemarau, kata Agus, menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api, terutama di kawasan semak belukar, kebun, dan lahan kritis di wilayah perbukitan.
"Tim Reaksi Cepat BPBD bersama unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan terus bergerak cepat melakukan pemadaman serta asesmen di lokasi agar api tidak meluas ke kawasan permukiman," ujarnya.
Petugas memadamkan api di lahan yang terbakar di Kabupaten Majalengka. ( foto : BPBD Majalengka)
Berdasarkan data BPBD, rentetan kejadian karhutla ini tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Cigasong, Kasokandel, Kadipaten, Majalengka, dan Sindang.
Kecamatan Cigasong menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni tiga kebakaran di Desa Baribis dengan total luas sekitar 4,02 hektare, serta satu kejadian di Desa Kawunghilir seluas satu hektare.
"Kami memastikan seluruh lokasi terdampak telah dilakukan pemadaman, pendinginan dan asesmen oleh petugas gabungan. BPBD mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, karena puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung," ucapnya.





Komentar (0)