Kapan Teras Cihampelas Dibongkar? KDM Ungkap Waktunya

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bakal membongkar Teras Cihampelas setelah proses status aset beralih dari Pemkot Bandung menjadi milik Pemprov Jabar. Ia menyebut pekan ini ditargetkan proses peralihan aset Teras Cihampelas dapat dilaksanakan.

"Lagi berproses menjadi aset provinsi pekan ini selesai, kalau sudah menjadi aset pemprov maka pemprov akan melakukan penanganan," ucap dia, belum lama ini.

Baca Juga
  • KDM Minta Pemkot Bandung Serahkan Pembongkaran Teras Cihampelas ke Pemprov Jabar
  • Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, KDM: Modern, Terintegrasi, dan Berkeadilan
  • Warga Boleh Tangkap Begal Tapi Jangan Dimatiin, Walkot Bandung: Jangan Main Hakim Sendiri
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan telah menandatangani peralihan aset Teras Cihampelas menjadi milik Provinsi Jawa Barat. Langkah selanjutnya menyelesaikan administrasi antar badan aset Kota Bandung dengan Pemprov Jabar.

Selain itu, diperlukan terlebih dahulu verifikasi dari BPKP, BPK dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selanjutnya, perawatan terhadap jalan Cihampelas dan Teras Cihampelas bersifat kolaborasi.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Kolaborasi seperti kita mengurus Jalan Supratman, Jalan Ponegoro, Jalan Pasteur, Jalan Sukajadi. Itu kan kewenangannya provinsi. Tapi apakah pemerintah kota bekerja? Tetap sama," kata dia.

Ia mengatakan langkah pertama usai aset menjadi milik Provinsi Jawa Barat yaitu membongkar kembali Teras Cihampelas dilanjutkan optimalisasi para pelaku bisnis di sektor kuliner dan hotel.

Untuk rencana pembongkaran, ia mengaku belum mengetahui secara pasti. Wacana Teras Cihampelas dibongkar sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir. Pembangunan Teras Cihampelas dilakukan masa Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

(N-Muhammad Fauzi Ridwan)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ASDP Siapkan Rp 23,4 Triliun Tambah 46 Kapal, Armada Tua Jadi Tantangan
• 19 jam lalu
0
thumb
Perta Arun Gas Jadikan Indonesia sebagai The Largest Re-Export Loading Market LNG Dunia
• 1 jam lalu
0
thumb
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Peluncuran Buku Pendamping Anak Pejuang Kanker
• 22 jam lalu
0
thumb
Cara Mengenali Orang dengan Integritas Tinggi dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi
• 18 jam lalu
0
thumb
Pembiayaan Berkelanjutan BSI Tembus Rp77 Triliun, Brown Sector Dibatasi
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.