Danantara Benahi PT Pos Indonesia, Temukan Koreksi Pembukuan Rp9 Triliun

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mengawal proses pembenahan manajemen dan pemulihan kinerja finansial PT Pos Indonesia (Persero).

Danantara Benahi PT Pos Indonesia, Temukan Koreksi Pembukuan Rp9 Triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mengawal proses pembenahan manajemen dan pemulihan kinerja finansial PT Pos Indonesia (Persero).

Langkah bersih-bersih ini ditandai dengan ditemukannya penyesuaian pembukuan keuangan sebelumnya yang senilai Rp9 triliun.

Baca Juga:
Pos Indonesia Tunjuk M. Iskandar Kunaefi Jadi Dirut, Gantikan Daud Joseph

"Pembenahan di PT Pos Indonesia menjadi salah satu fokus yang terus dikawal oleh Danantara dan BP BUMN. Langkah ini menyusul laporan manajemen baru mengenai hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari pembersihan dan pemulihan catatan keuangan masa lalu," kata Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target, Dony telah menggelar pertemuan intensif dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi, pada Rabu (22/7/2026). Pihaknya menginstruksikan manajemen untuk mengeksekusi penataan struktur keuangan serta efisiensi biaya operasional demi menekan akumulasi utang perusahaan.

Baca Juga:
Fitch Turunkan Rating Surat Utang Pos Indonesia Jadi C usai Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk

Dony mengatakan pembenahan ini harus tuntas membawa PT Pos menjadi kembali sehat melalui aksi korporasi dan restrukturisasi perusahaan yang komprehensif.

Melalui skema sinergi antar-BUMN (intercompany) dan penerapan modal bisnis yang tepat, perusahaan pos tertua di Tanah AIr ini diharapkan sanggup membukukan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Baca Juga:
Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Ijarah Tahap I 2024 Senilai Rp24,12 Miliar

"Fokusnya pada penataan keuangan yang efektif dan efisien, termasuk meninjau menyeluruh struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis berkelanjutan lewat pelibatan intercompany demi menurunkan utang," jelas Dony.

Sebelumnya, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan dari hasil due diligence dan evaluasi yang dilakukan, Danantara menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. 

Selain itu, terdapat laporan dan indikasi adanya sejumlah penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang kini sedang ditindaklanjuti melalui proses audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapal Milik Basarnar Terbakar di Muara Baru, Polda Metro Gelar Penyelidikan
• 10 jam lalu
0
thumb
43 Angkot Tua di Bogor Kena Razia, Ada yang Ganti Kaca Pakai Plastik
• 13 jam lalu
0
thumb
Kasus Alphard Terobos Lampu Merah Berujung Damai, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi Sekuriti Bundaran HI
• 13 jam lalu
0
thumb
MILO ACTIV Indonesia Race 2026 Bandung Series Bawa Energi Tanpa Batas
• 20 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Jatuh Hampir 2 Persen, Tertekan Lonjakan Minyak dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.