Satu Jenazah Laki-Laki Ditemukan di Kepulauan Sabalana, Korban Jiwa KM Nurul Salsa Bertambah

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MAKASSAR - Korban jiwa tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa bertambah menjadi empat orang setelah Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah laki-laki di sebelah timur laut Pulau Matallang, Kepulauan Sabalana, Laut Flores, Kamis (23/7).

Penemuan jasad keempat ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, pada Kamis siang. Jenazah tersebut langsung dipindahkan ke kapal rescue utama demi penanganan medis dan evakuasi lanjutan.

BACA JUGA: Polisi Periksa Intensif Nakhoda dan 9 ABK Terkait Tenggelamnya KM Nurul Salsa di Selayar

"Siang ini, Tim RIB KN SAR Pacitan berhasil mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin laki-laki di sebelah timur laut Pulau Matallang, sekitar 100 meter dari bibir pantai. Jenazah telah dievakuasi, selanjutnya dibawa menuju KN SAR Pacitan untuk penanganan lebih lanjut," kata Andi Sultan.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unsur terkait mengenai lokasi penyerahan jenazah untuk memulai proses identifikasi.

BACA JUGA: KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Basarnas Kendari Terjunkan KN SAR Pacitan

Pihak berwenang belum dapat memastikan apakah korban akan dibawa langsung ke Kota Makassar atau dievakuasi terlebih dahulu ke Posko Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Keputusan tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil koordinasi di lapangan dengan mempertimbangkan aspek operasional dan proses identifikasi korban," tuturnya .

BACA JUGA: 46 Penumpang Kapal Tenggelam di Selayar Ditemukan dalam Kondisi Selamat

Dengan adanya penemuan tersebut, Tim SAR Gabungan berharap proses identifikasi dapat segera dilakukan sehingga identitas korban dapat dipastikan dan disampaikan kepada pihak keluarga. 

Sementara untuk Operasi SAR pencarian terhadap korban lainnya tetap dilanjutkan sesuai rencana operasi dengan mengoptimalkan penyisiran di wilayah Kepulauan Sabalana dan sekitarnya.

Perubahan data korban 

Berdasarkan perkembangan terbaru, Basarnas memperbaharui data korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar dari semula 78 orang berubah menjadi 76 orang, dengan rincian 58 orang selamat, tiga orang meninggal dunia dan 15 orang masih dalam pencarian. 

"Perubahan ini terjadi karena ditemukan dua nama tercatat ganda dalam data penumpang, serta satu nama sebelumnya masuk dalam daftar manifest, namun setelah dilakukan pendalaman dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa," kata Andi Sultan menyebutkan.

Dua dari tiga korban meninggal dunia yang ditemukan hingga kini masih belum dapat dipastikan identitasnya karena masih menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di Biddokes Polda Sulsel.

"Dua korban ditemukan pada hari ketujuh operasi masih dalam proses identifikasi. Salah satu korban ditemukan menggunakan pelampung KM Nurul Salsa, sementara satu lainnya berupa potongan tubuh. 

"Selama identitas keduanya belum dapat dipastikan, kami tetap melanjutkan pencarian terhadap 15 korban yang masih dinyatakan hilang," ujarnya.

Untuk strategi pencarian akan terus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan, termasuk mempertimbangkan hasil analisis arus laut yang menunjukkan potensi pergerakan objek hanyut ke wilayah yang lebih luas.

Seluruh unsur SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Pihaknya terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian, karena informasi dari mereka sangat membantu dalam menentukan arah operasi.

Operasi SAR KM Nurul Salsa terus dilaksanakan selama masa perpanjangan operasi dengan evaluasi harian terhadap kondisi cuaca, pergerakan arus, serta hasil pencarian di lapangan guna memaksimalkan peluang ditemukannya seluruh korban yang masih dinyatakan hilang.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Bintang yang Siap Menggebrak Piala AFF 2026: Thom Haye hingga Nguyen Xuan Son
• 17 jam lalu
0
thumb
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Hadirkan Kegiatan Edukatif untuk Perkuat Karakter dan Wawasan Siswa SD
• 7 jam lalu
0
thumb
Adu Harta Nanik S Deyang dengan Sudaryono, Mantan dan Kepala BGN: Siapa Paling Kaya?
• 22 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Buka-bukaan soal Isu Tunggak Pajak hingga Kenal Febrie Ardiansyah
• 11 jam lalu
0
thumb
Bitcoin Tertahan di USD66 Ribu, Pasar Cermati Regulasi Kripto AS
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.