New York: Harga bitcoin bergerak melemah tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat, namun masih bertahan di sekitar level tertinggi dalam lima pekan. Pelaku pasar mencermati pembahasan rancangan undang-undang (RUU) regulasi kripto di Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Investing.com, Kamis, 23 Juli 2026, harga bitcoin turun 0,6 persen menjadi USD66.004. Meski terkoreksi, aset kripto terbesar di dunia tersebut masih bertahan setelah pulih dari titik terendah tahunannya dalam beberapa pekan terakhir. Pemulihan itu didukung oleh meningkatnya arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot, yang turut mengangkat pasar aset kripto secara keseluruhan.
Perhatian investor kini tertuju pada pembahasan RUU struktur pasar aset kripto di Senat AS. Berdasarkan laporan CoinDesk, sejumlah senator dari Partai Demokrat menyampaikan keberatan terhadap beberapa ketentuan dalam RUU tersebut, terutama aturan yang membatasi kepemilikan aset kripto dalam jumlah besar oleh pejabat pemerintah.
Salah satu poin yang masih diperdebatkan adalah kewenangan penegakan aturan etika. Partai Demokrat mengusulkan agar jaksa agung di tingkat negara bagian memiliki kewenangan menegakkan aturan tersebut terhadap pejabat federal. Sementara itu, Gedung Putih dan sponsor RUU dari Partai Republik menginginkan kewenangan tersebut berada di tangan jaksa agung Amerika Serikat.
Aturan etika yang berlaku bagi presiden, wakil presiden, dan anggota Kongres disebut menjadi salah satu hambatan utama dalam pembahasan Digital Asset Market Clarity Act. Para anggota parlemen menargetkan pembahasan RUU tersebut rampung sebelum masa reses musim panas Senat yang dimulai pada 7 Agustus.
Baca Juga :
Didukung Arus ETF Rp1,36 Triliun, Bitcoin Mulai Menguat LagiSelain isu regulasi, sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik kedua negara yang telah berlangsung selama sebelas hari berturut-turut membuat minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto, cenderung terbatas.
Ketegangan tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak, terutama setelah kelompok Houthi yang didukung Iran memberlakukan blokade laut di Laut Merah sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Kenaikan harga minyak memunculkan kembali risiko inflasi. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi atau kembali mengetatkan kebijakan moneternya pada akhir tahun, yang umumnya menjadi sentimen negatif bagi aset spekulatif seperti kripto.
(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
Harga terbaru aset kripto
Pergerakan aset kripto lainnya cenderung mengikuti bitcoin. Berikut daftar harga terbaru aset kripto:
- Ethereum menguat 0,5 persen menjadi USD1.933,44.
- XRP turun 0,4 persen menjadi USD1,1418.
- Solana melemah 0,1 persen.
- BNB turun 0,3 persen.
- Cardano menguat 1,3 persen.
- Di kelompok memecoin, Dogecoin turun 0,7 persen.
- Token TRUMP naik 1 persen.





Komentar (0)