JAKARTA, DISWAY.ID-- Musim panas mulai memengaruhi kesehatan anak. Meski belum terlihat lonjakan kasus yang signifikan, dokter mengingatkan orang tua tetap waspada terhadap penyakit yang lebih sering muncul saat suhu udara meningkat, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare akut.
Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Allan Archie Tjahja Sangian, Sp.A, mengatakan hingga saat ini belum menemukan peningkatan pasien yang mencolok di praktiknya.
BACA JUGA:Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Sepenuhnya Padam, Bupati Tangerang Sebut Kasus ISPA Menurun
Namun, ISPA dan diare akut masih menjadi keluhan yang paling banyak dialami anak selama cuaca panas.
Menurut Allan, anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami dehidrasi dan heat stroke dibandingkan orang dewasa.
Hal itu disebabkan luas permukaan tubuh anak lebih besar dibandingkan tinggi badannya sehingga tubuh lebih cepat menyerap panas dan kehilangan cairan.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tangerang Sebut 154 Jiwa Terpapar ISPA Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin
“Selain itu, metabolisme anak lebih cepat dan mekanisme pengaturan suhu tubuhnya belum seefisien orang dewasa ketika terpapar cuaca panas,” ujar Allan saat di hubungi via WhatsApp, di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tanda awal dehidrasi yang perlu diwaspadai orang tua antara lain anak lebih sering meminta minum atau menyusu, bibir kering, mata tampak cekung, ubun-ubun cekung pada bayi, tubuh lemas, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang.
Orang tua juga harus segera membawa anak ke rumah sakit apabila tanda dehidrasi semakin berat, anak sulit minum, tampak tidak aktif, atau mengalami kejang.
"Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, "katanya.
BACA JUGA:Pernyataan Hotman Paris ke Insan Pers Berujung Aduan, Dewan Kehormatan Advokat Mulai Bertindak
Untuk mencegah dehidrasi, Allan mengimbau orang tua memastikan anak minum cukup sepanjang hari tanpa menunggu haus.
Kecukupan cairan dapat dilihat dari urine yang berwarna kuning muda atau jernih, buang air kecil secara teratur, serta kondisi anak yang tetap aktif.
Selain itu, aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi pada pukul 10.00 hingga 16.00 saat suhu sedang tinggi.
Anak juga dianjurkan mengenakan pakaian yang ringan dan berwarna terang, menggunakan topi serta tabir surya sesuai usia, memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung air, beristirahat di tempat teduh,
Serta tidak pernah ditinggalkan di dalam mobil yang terparkir karena suhu di dalam kendaraan dapat meningkat dengan cepat dan membahayakan keselamatan.






Komentar (0)